Rabu, 29 Juni 2022
29 1444

Masuk IDX30, Saham GOTO Potensial Jadi Perburuan Investor Institusi

Jumat, 03 Jun 2022 - 10:29 WIB
Penulis : Ahmad Munjin
Masuk IDX30, Saham GOTO Potensial Jadi Perburuan Investor Institusi - inilah.com
Foto: PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk

Keputusan Bursa Efek Indonesia (BEI) yang memasukkan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) ke dalam kelompok saham IDX30, LQ45, dan IDX80 akan membuat saham GOTO menjadi incaran investor institusi. Mengapa?

Senior Vice President Head and Bussines Development Division PT Henan Putihrai Asset Management (HPAM) Reza Fahmi Riawan menyatakan hal itu. Sebab, Indeks saham IDX30, LQ45, dan IDX80 merupakan indeks yang menjadi patokan investor institusi. Ini berlaku baik bagi investor lokal maupun global dalam berinvestasi saham di Indonesia.

Masuknya saham GoTo ke tiga indeks tersebut, khususnya indeks DX30, akan mendorong investor institusi semakin mempertimbangkan saham GoTo masuk dalam keranjang investasinya.

“Ibaratnya dengan masuk DX30, saham emiten itu dapat status investment grade, layak investasi. Sejumlah lembaga pengelola dana, baik swasta, pemerintah dan BUMN juga punya aturan menjadikan saham-saham di IDX30 sebagai target investasi,” ujar Reza dalam keterangan di Jakarta, Jumat (3/6/2022).

Masuknya GoTo ke dalam kelompok tiga indeks saham utama di BEI terjadi seiring dengan makin optimalnya integrasi bisnis. Inilah yang terjadi di perusahaan ekosistem digital terbesar di Indonesia itu. Hal itu tercermin dari tren penguatan bisnis GoTo yang sudah terlihat sejak tahun lalu.

Baca juga
Lima Saham Cuan di Tengah Kondisi Pasar yang Tak Kondusif

Sejak kombinasi bisnis antara Gojek dan Tokopedia membentuk GoTo pada Mei 2021, pendapatan bruto GoTo selama tahun lalu tumbuh 45 persen (yoy) mencapai Rp17,1 triliun dari Rp11,85 triliun. Alhasil, pendapatan bersih perseroan naik 7 persen menjadi Rp5,16 triliun dari Rp4,82 triliun.

Pada kuartal I 2022, di tengah laju pertumbuhan ekonomi, pendapatan bruto GoTo kembali tumbuh 53 persen secara year on year (yoy) menjadi Rp5,2 triliun.

Menurut Reza, keputusan BEI menetapkan GoTo masuk ke beberapa indeks utama melalui “fast entry” tentu sudah melalui pertimbangan dan kajian yang matang. Apalagi GoTo merupakan emiten dengan kapitalisasi saham nomor 5 terbesar di BEI saat ini.

Selalu Masuk dalam Daftar Saham Paling Likuid

Sejak IPO 11 April 2022 lalu, transaksi saham GoTo selalu masuk dalam daftar saham yang paling likuid dengan nilai jumbo.

Baca juga
Anda Pegang Saham MYOR? Terus Kempit Saja Ya..!

“Dengan masuk indeks IDX30, LQ45, dan IDX80, maka saham GoTo akan menjadi sangat strategis. Ini berdampak langsung terhadap pergerakan indeks saham utama. Sehingga banyak pihak yang menjadikan tiga indeks saham tadi sebagai acuan memiliki kepentingan terhadap saham GoTo,” kata Reza.

Reza juga menilai, masuknya GoTo ke dalam indeks utama akan meningkatkan nilai perusahaan kepada investor. Karena dengan posisinya yang sangat berpengaruh terhadap pergerakan indeks saham di BEI, GoTo bisa dianggap sebagai salah satu saham premium di Indonesia.

Terlepas dari kinerjanya saat ini, lanjut Reza, sebagai bagian dari saham IDX30, LQ45, dan IDX80, saham GoTo sejajar dengan perusahaan-perusahaan lain yang sudah lebih dulu eksis dan menghasilkan keuntungan bisnis dalam jangka panjang.

“Investor ritel GoTo juga bisa menjadikan status baru ini sebagai pertimbangan dalam mengambil investasi saham. Dengan model dan tantangan bisnis yang dihadapi, GoTo bisa menjadi pilihan investasi jangka panjang,” ujar Reza.

Baca juga
IHSG Gagah Perkasa 6.665 di Hari Pertama Perdagangan 2022

Sebelumnya, Corporate Secretary GoTo R.A. Koesoemohadiani menyampaikan, pihaknya menyambut baik masuknya saham GoTo ke dalam indeks-indeks utama pasar modal Indonesia, mencakup IDX30, LQ45, dan IDX80.

Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan bukti dari kepercayaan para investor pasar modal di Indonesia terhadap GoTo. Begitu juga dengan keyakinan atas prospek bisnis jangka panjang perusahaan yang terus mendorong likuiditas saham dan kapitalisasi pasar GoTo.

“Kami akan terus berusaha untuk memperkuat kinerja dan fundamental perusahaan ke depan dan di saat yang sama memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Koesoemohadiani.

Tinggalkan Komentar