Selasa, 06 Desember 2022
12 Jumadil Awwal 1444

Apa itu Mata Juling? Kenali Penyebab, Jenis, dan Cara Penyembuhannya

Senin, 14 Nov 2022 - 10:24 WIB
Mata Juling
Istockphoto

Mata Juling adalah salah satu kelainan ketika kedua mata tidak dapat terfokus pada benda yang sama secara bersamaan, atau dalam istilah kedokteran disebut stradismus. Mata juling atau stradismus terjadi karena gangguan atau kelemahan kontrol otak terhadap otot mata sehingga bola mata tidak berada pada posisi yang sejajar satu sama lain.

“Penyandang mata juling juga memberi dampak yang menyulitkan dalam mendapatkan hidup berkualitas. Masyarakat masih melihat penyandang strabismus sebagai kelompok yang berbeda. Prasangka, kesalahpahaman, dan perlakuan negatif akibat stigma yang keliru turut meningkatkan tekanan sosial yang mau tak mau sering penyandang strabismus alami,” papar dokter subspesialis konsultan strabismus Dr. Gusti G. Suardana, SpM(K) selaku Direktur Medik RS Mata JEC Kedoya dalam temu media, ditulis di Jakarta, Senin (14/11/2022).

Kasus mata juling bisa terjadi dari sejak lahir. Kasus ini kerap menimpa anak-anak  dan juga orang dewasa. Mata juling biasanya lebih mudah menyerang seseorang dengan riwayat mata rabun yang tidak menggunakan kacamata.

Baca juga
Kenali Ramsay Hunt Syndrome yang Dialami Justin Bieber

Kasus ini tidak menutup kemungkinan juga bisa terjadi pada seseorang dengan mata normal. Jika kondisi mata juling ini tidak diobati sejak kecil, kemungkinan besar penyakit ini akan terus bertahan sampai dewasa.

Penyebab mata juling biasanya tidak diketahui. Namun beberapa orang terlahir dengan tumor yang memengaruhi mata atau mengalami gangguan pada bagian sistem saraf tertentu yang mengendalikan otot mata.

Apabila mata juling terjadi saat pasien dewasa, biasanya penyebab utamanya karena kondisi mata minus yang semakin parah atau stroke. Mata juling juga dapat disebabkan oleh trauma, penyakit mata tiroid, atau gangguan saraf. Mata juling yang disebabkan oleh trauma kemungkinan karena kerusakan otak, saraf, atau otot mata.

Selain mengganggu penglihatan, sebuah studi lain menyebut penyandang strabismus berisiko jauh lebih rentan terhadap gangguan psikologis seperti keinginan bunuh diri, depresi, ansietas, fobia sosial, hingga skizofrenia.

Bahkan, tanpa penanganan yang tepat, penyandang strabismus bisa berisiko terkena mata malas (ambliopia) dan gangguan perkembangan binokularitas, yakni gangguan pada pembentukan kemampuan penglihatan tiga dimensi atau binokular.

Baca juga
Sindrom Prader-Willi, Apa Penyebab Penyakit Langka Ini?

Jenis- Jenis Mata Juling

Berdasarkan arah melihatnya, mata juling terbagi menjadi empat, di antaranya yaitu exotropia, esotropia, hipertropia, dan hipotropia.

1. Exotropia

Ini adalah kondisi mata juling yang bergeser ke arah luar. Jenis mata juling yang satu ini dapat terjadi pada semua kalangan usia. Penanganan kondisi ini biasanya akan disarankan menggunakan kacamata, operasi otot mata, atau latihan mata.

2. Esotropia

adalah Kondisi mata ini ditandai dengan satu mata melihat ke depan, sementara mata lainnya bergerak ke arah dalam. Esotropia pada bayi ditandai dengan kedua mata yang bergerak ke arah dalam. Pada mulanya, pergerakan ini akan terjadi sesekali, namun seiring berjalannya waktu bisa menjadi permanen.

3. Hipertropia

Ini adalah  kondisi mata juling yang bergeser ke atas.

4. Hipotropia

kondisi mata juling yang bergeser ke bawah.

Penyembuhan Mata Juling

Kesalahpahaman yang sering terjadi tentang mata juling pada anak adalah bahwa penyakit ini akan sembuh dengan sendirinya seiring anak tumbuh dewasa. Perlu dilakukan pemeriksaan dan perawatan komprehensif langsung dengan dokter mata karena jika tidak ditangani, penyakit ini kemungkinan akan berkembang menjadi penyakit penglihatan ganda.

Baca juga
Viral Gadis 18 Tahun Terkena Stroke, Yuk Cegah Saat Usia Muda

Namun kabar baiknya mata juling bisa disembuhkan. Penyembuhan mata juling bisa dengan menggunakan kacamata, agar mata dapat terbantu lebih fokus pada objek tertentu. Cara lainnya bisa dengan melakukan olahraga atau latihan gerak mata, mengonsumsi obat agar mata rileks dan membantu mata lebih fokus dan terarah. Selain itu, bisa juga dilakukan tindakan operasi mata juling.

Tinggalkan Komentar