Kamis, 11 Agustus 2022
13 Muharram 1444

Mata Uang Garuda Keok, Siap-siap Bayar Cicilan Rumah dan Kendaraan Naik

Jumat, 01 Jul 2022 - 16:45 WIB
Mata Uang Garuda Keok, Cicilan Rumah dan Kendaraan Naik
Dolar AS

Semakin tinggi nilai tukar (kurs) dolar AS, dampaknya bukan saja menggangu keuangan pemerintah atau investor kakap. Wong cilik pun bakal kecipratan efeknya karena cicilan rumah atau motor ikut naik.

Direktur Center of Economics and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira meramalkan, dolar AS bakal semakin mahal. “Bisa naik hingga Rp15.500 per dolar AS, dalam waktu dekat,” terang Bhima kepada Inilah.com, Jakarta, Jumat (1/7/2022).

Kalau dolar AS semakin mahal, kata Bhima, memantik pelarian modal asing atau capital outflow dalam jumlah besar. Potensi tingginya terjadi di negara berkembang. Dampak pelemahan nilai tukar rupiah, menciptakan inflasi yang lebih tinggi.

Baca juga
Dibandingkan Deposito, Emas, dan Dolar AS, Aset Crypto Bikin Ngiler

“Paling ditakutkan itu imported inflation. Di mana, harga pangan impor naik secara kontinu. Ingat, bawang putih itu 85 persen-nya impor, gandum 100 persen impor. Untuk gula, Indonesia impornya terbesar di dunia,” ungkapnya.

“Jadi kalau rupiah melemah siap-siap masyarakat harus merogoh uang lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan hidup. Dampak lainnya adalah naiknya suku bunga. Ini akan berdampak kepada naiknya cicilan rumah atau kendaraan bermotor, lebih membebani debitur,” imbuhnya.

Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat sore (1/7/2022), masih berlanjut melemah dipicu data inflasi domestik pada Juni 2022 yang di atas perkiraan. Rupiah ditutup melemah 40 poin atau 0,26 persen ke posisi Rp14.943 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.903 per dolar AS.

“Rupiah mengalami tekanan imbas kenaikan inflasi Indonesia,” kata analis Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Revandra Aritama.

Baca juga
IMF Sarankan Bank Sentral di Asia Segera Naikkan Suku Bunga

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp14.847 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.826 per dolar AS hingga Rp14.984 per dolar AS. Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Jumat melemah ke posisi Rp14.956 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.882 per dolar AS.

 

Tinggalkan Komentar