Minggu, 03 Juli 2022
04 Dzul Hijjah 1443

Matahari di Atas Ka’bah 27-28 Mei, Kemenag: Saatnya Verifikasi Arah Kiblat

Selasa, 24 Mei 2022 - 18:48 WIB
Penulis : Ibnu Naufal
Ilustrasi arah kblat ( Foto istock)- inilah.com
Ilustrasi arah kiblat ( Foto istock)

Kementerian Agama mengumumkan bahwa berdasarkan data astronomi, matahari akan melintas tepat di atas Ka’bah atau penyebutannya rashdul qiblah pada 27 Mei dan 28 Mei 2022 sehingga arah kiblat salat bisa berubah. Momentum itu bisa dimanfaatkan untuk memverifikasi arah kiblat.

“Rashdul qiblah bisa dimanfaatkan untuk memverifikasi arah kiblat. Peristiwa alam ini terjadi pada 27 dan 28 Mei 2022 pukul 16.18 WIB atau 17.18 WITA. Bayang-bayang benda yang berdiri tegak lurus, di mana saja, akan mengarah lurus ke Ka’bah,” terang Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kementerian Agama, Adib di Jakarta, dalam situs resmi kemenag , Selasa (24/5/2022).

Baca juga
Pengajuan Bantuan Masjid-Musala Tak Perlu Proposal

Mantan Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat ini menjelaskan, ada beberapa tahapan yang perlu diperhatikan dalam proses verifikasi arah kiblat. Benda yang menjadi patokan harus benar-benar berdiri tegak lurus.

“Selain itu, permukaan dasar harus betul-betul datar dan rata, serta jam pengukuran harus disesuaikan dengan BMKG, RRI, atau Telkom. Bisa juga menggunakan jam digital di ponsel masing-masing,” ungkapnya.

Berikut cara penentuan arah kiblat saat matahari melintas di atas Ka’bah:

1. Tentukan tempat yang akan diketahui arah kiblatnya, dengan mencari lokasi yang rata dan terkena cahaya matahari;
2. Gunakan benda atau tongkat yang lurus, bisa juga menggunakan benang berbandul;
3. Siapkan jam yang telah dikalibrasikan atau dicocokkan dengan waktu BMKG

Baca juga
Sekjen Buya Amirsyah: Label MUI Masih Berlaku hingga 2026

4. Tancapkan tongkat di atas permukaan tanah dan pastikan benar-benar tegak lurus (90 derajat dari permukaan tanah) atau gantungkan benang berbandul;
5. Tunggu hingga waktu rashdul qiblah tiba, lalu amati bayangan tongkat atau benang pada waktu tersebut;

6. Setelah itu, tandai ujung bayangan dan tarik garus lurus dengan pusat bayangan, baik tongkat atau bandul;
7. Garis lurus yang menghadap dari ujung ke pusat bayangan merupakan arah kiblat untuk tempat tersebut.

Tinggalkan Komentar