Mau Makan di Warteg, Sudah Vaksin Belum?

Mau Makan di Warteg, Sudah Vaksin Belum? - inilah.com

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Perindustrian,
Perdagangan, Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) resmi
mengeluarkan aturan pelanggan warteg wajib menunjukan sertifikat sudah
divaksin selama masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM)
Level 4.

Aturan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Kepala
Dinas PPKUKM Nomor 402 Tahun 2021. Dalam lampiran SK disebutkan, para
pelaku usaha atau pedagang dan pengunjung dari kegiatan makan-minum
seperti warung atau warteg harus sudah divaksin.

Selain wajib vaksin, warteg dan sejenisnya juga diwajibkan hanya beroperasi sampai dengan pukul 20.00 WIB.

Begitu juga ketentuan pembatasan layanan makan di tempat atau dine-in yang hanya dibatasi sebanyak tiga orang dalam waktu makan maksimal 20 menit saja.

Baca juga  Tolak Divaksin, Puluhan Warga Aceh Mengamuk

Ketua Komunitas Warteg Nusantara (Kowantara), Mukroni menyambut negatif kebijakan tersebut.

“Untuk kebijakan mengenai vaksin saya pikir apa ya, ini lebih
mengada-ada lagi. Karena sebenernya streak bukan di vaksin tapi
streak-nya itu tekanannya di protokol kesehatan,” kata Mukroni..

“Mereka (pengusaha warteg) sudah melewati 1,5 tahun, artinya mereka
sudah tahu proses kesehatannya. Jangan dianggap bahwa warteg itu tak mau
menaati, tak tahu prokes. Itu kan tidak,” ujarnya.

Pemerintah
Provinsi DKI Jakarta berharap pelaku usaha warteg bisa memahami
peraturan yang dibuat semata-mata untuk menjaga keselamatan warga.

“Penerapan sederhana saja, pokoknya dateng harus menunjukkan surat
vaksin jadi ya pemilik rumah makan harus memahami mengerti bahwa ini
menjadi aturan ketentuan agar supaya mendorong semua orang melaksanakan
vaksin,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza).

Baca juga  Bantu 250 Anak Yatim Bertahan Hidup dan Terus Sekolah di Tempat Pembuangan Sampah

“Kemudian mendorong juga supaya semua disiplin prokes, PPKM Level 4 ini
perlu kita terapkan, kan ini sudah diberi kesempatan ada pelonggaran,
tapi kita tidak boleh abai, tidak boleh lengah justru harus diperkuat,”
tandasnya..

Tinggalkan Komentar