Mau Naik Haji, Purbaya Optimistis Ekonomi Tembus 6 Persen: 3 Tahun Lagi Kaya Bareng-bareng

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membeberkan rencananya menunaikan ibadah haji pada 21 Mei 2026. Dalam kesempatan itu, ia menyebut akan mendoakan agar pertumbuhan ekonomi Indonesia semakin melaju.
“Doa supaya kita ekonomi makin kuat. Tiga tahun lagi, kita ingin bisa kaya bareng-bareng,” ujar Purbaya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Ia menilai pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2026 yang mencapai 5,61 persen merupakan capaian yang patut disyukuri. Namun, capaian tersebut dinilai masih perlu dipertahankan bahkan ditingkatkan. Ia menyebut ekonomi Indonesia mulai keluar dari “kutukan” pertumbuhan di level 5 persen.
Dengan optimisme tersebut, Purbaya menegaskan pemerintah akan mengerahkan seluruh upaya untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi melalui berbagai kebijakan strategis yang pro-pertumbuhan.
“Kalau saya bilang kita sudah keluar dari kutukan pertumbuhan 5 persen kan, 5,61. Kita harapkan ke depan makin cepat, kita akan jaga momentum pertumbuhan yang ada,” katanya.
Bendahara negara itu juga menyatakan keyakinannya bahwa ekonomi Indonesia masih berpotensi tumbuh hingga 6 persen pada akhir 2026.
“Kita akan dorong ke arah 6 persen sampai akhir tahun. Kalau lihat hasilnya sekarang, sepertinya strateginya sudah membuahkan hasil kan. Sepertinya strateginya cukup pas dan cukup akurat,” ucapnya.
MBG Lokomotif Pertumbuhan Ekonomi
Sebelumnya, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti mengumumkan pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 mencapai 5,61 persen secara tahunan (year on year/yoy). Salah satu penopangnya adalah implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Amalia menjelaskan, kontribusi program MBG terlihat pada komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB), yang terdorong oleh pembangunan infrastruktur pendukung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah.
Penambahan unit SPPG dinilai memberikan dampak positif terhadap investasi fisik melalui aktivitas konstruksi yang signifikan. Investasi tersebut mencakup pembangunan dapur umum hingga pengadaan peralatan pendukung yang tercatat sebagai belanja modal pemerintah.
“Di triwulan I-2026 ini, kami mencermati adanya pembangunan fisik SPPG yang cukup masif dan tentunya pembangunan-pembangunan fisik, dan juga infrastruktur konektivitas ini menjadi bagian dari kontribusi terhadap PMTB,” ujar Amalia di Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Data BPS menunjukkan, PMTB menjadi penyumbang pertumbuhan ekonomi terbesar kedua setelah konsumsi rumah tangga yang berkontribusi 1,79 persen.
Komponen investasi tersebut tumbuh 5,96 persen, didorong sinergi antara investasi pemerintah melalui program strategis dan aktivitas investasi sektor swasta.
Selain itu, program tersebut juga turut mendorong sektor konstruksi. Pembangunan infrastruktur SPPG serta Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) membuat sektor konstruksi tumbuh 5,49 persen dan menyumbang 0,53 persen terhadap total pertumbuhan ekonomi pada awal tahun ini.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.