Kamis, 26 Mei 2022
25 Syawal 1443

McD Bakal Buka Cabang di Metaverse, Bisa Pesan Big Mac via Dunia Virtual

Mcd - inilah.com
Istockphoto

McDonald (McD), perusahaan makanan cepat saji global, nampaknya tak ingin ketinggalan tren metaverse dan bersiap untuk bergabung ke ruang virtual membuka restorannya untuk para penghuni di metaverse.

Berdasarkan laporan terbaru perusahaan resto asal negeri Paman Sam itu telah mengajukan 10 jenis hak cipta ke Kantor Paten dan Hak Cipta AS atau USPTO untuk mendirikan baik restoran McD maupun McCafe secara virtual di kepada para pelanggannya di metaverse.

Melansir Euronews, Senin (14/02), pengajuan hak cipta itu meliputi produk makanan dan minuman virtual termasuk Non Fungible Token (NFT) untuk mengoperasikan restoran virtual daring dengan pengantaran ke rumah.

Baca juga
Google Tawarkan Pinjaman untuk UKM Senilai Rp29 Miliar

Makanan dan minuman virtual akan tersedia di McD virtual sebagai file multimedia yang dapat download yang akan memiliki karya seni, teks, audio, video, dan token non-fungible (NFT).

Selain mendaftarkan makanan dan minuman serta layanan restoran, McDonald juga mengajukan hak cipta untuk acara dan juga hiburan di bawah jenama McD dan McCafe sebagai konser virtual.

Rencana McD masuk secara serius di Metaverse, dibeberkan oleh pengacara ahli hak paten bernama Josh Gerben di Twitternya.

Ia mencuit bukti pengajuan McD kepada USPTO untuk kesepuluh hak paten produknya di metaverse itu.

Baca juga
Susunan Pengurus APJII Periode 2021-2024 Resmi Diumumkan

Josh juga meyakini rencana itu nampaknya akan USPTO setujui namun memang memakan waktu yang lama sekitar delapan hingga sembilan bulan.

Paneraverse

Sebenarnya ini bukan hal baru sebuah perusahaan membuka restoran virtual di metaverse mengingat sebelum McD sudah ada Panera Bread sebuah jaringan toko roti yang juga berasal dari AS mengajukan hak cipta serupa di metaverse dan membuka “Paneraverse”.

Selain NFT, di Paneraverse para pelanggannya dapat membeli hiburan dan juga program “virtual reward”.

Metaverse kini mulai berkembang sejak CEO Meta Mark Zuckeberg menyatakan ambisinya untuk menciptakan metaverse terbesar di dunia.

Ia bahkan sampai mengganti nama perusahaannya dari Facebook menjadi Meta.

Baca juga
Konsumsi Kuota Internet di Indonesia Mencapai 17,7 GB Setiap Bulan

Padahal sebelumnya metaverse lebih banyak manfaat untuk lebih banyak untuk gim di dunia virtual meski belum sepenuhnya berkembang.

Tidak hanya Meta yang menunjukan ambisi membuang dunia virtual, perusahaan lainnya seperti Microsoft, Gucci, Walmart, hingga Nike juga ikut mengumumkan rencananya untuk bisa mengembangkan metaverse versi mereka.

 

Tinggalkan Komentar