Rabu, 08 Februari 2023
17 Rajab 1444

Melalui Pesan Singkat, Andika Perintahkan Dudung Redam Amarah Prajurit

Sabtu, 17 Sep 2022 - 10:31 WIB
Penulis : Fadly Zikry
Panglima tni andika ksad dudung effendi - inilah.com
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dengan KSAD Jenderal Dudung Abdurachman - (Foto: ist)

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa memerintahkan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman, untuk meredam amarah prajurit terkait pernyataan anggota Komisi I DPR Effendi Simbolon.

“Ya koordinasi, kita SMS-an dengan beliau agar diredam anggota. ‘Oh siap’, saya sampaikan demikian. Agar anggota tidak liar, demikian, untuk menanggapi hal-hal yang terlalu, ya istilahnya, jangan ditanggapi berlebihan,” kata Dudung dalam konferensi pers di Mabes TNI AD, Jakarta, Kamis (15/9/2022) kemarin.

Dudung memastikan komunikasi dengan Panglima TNI berjalan dengan baik. Ia mengaku juga akan menghadap Panglima TNI dalam waktu dekat.

Dudung menambahkan, telah menerima permintaan maaf dari Effendi Simbolon. Dia juga meminta jajarannya menghentikan pernyataan terbuka mengecam Effendi Simbolon.

“Saya sampaikan tadi bahwa permintaan maaf Pak Effendi, dengan lapang dada TNI Angkatan Darat menyatakan menerimanya. Dan saya sampaikan kepada seluruh jajaran agar menghentikan untuk kegiatan-kegiatan menyampaikan secara perorangan dan sebagainya sudah cukup beliau sudah meminta maaf,” ujar Dudung.

Baca juga
Kementerian Keuangan Dapuk BSI Layani Transaksi 3 in 1 di Lingkungan Lembaga Negara

“Kita harus lebih dewasa, kita harus lebih legowo, kita sudah terbiasa menghadapi tantangan-tantangan yang sulit sekalipun nyawa. Kalau hanya berita-berita seperti itu kecil bagi kami untuk menghadapinya,” pungkasnya.

Sebelumnya dalam rapat bersama Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, pada Senin (5/9/2022), anggota Komisi I Effendi Simbolon mempertanyakan keretakan hubungan antara Andika dan Dudung akibat tidak lolosnya putra Dudung sebagai anggota TNI.

Politikus PDIP itu menyebut terjadi ketidakharmonisan hubungan di jajaran pimpinan TNI. Ia pun menyebut TNI sudah seperti gerombolan.

Usai rapat dengan Komisi I, Andika memberikan klarifikasi. Ia menyebut hubungan dengan Dudung baik-baik saja, putra Dudung juga telah diloloskan menjadi prajurit TNI.

Baca juga
Jokowi Bisa Saja Perpanjang Masa Jabatan Panglima Hadi

Tak lama berselang, viral video Dudung yang memerintahkan jajarannya memprotes Effendi Simbolon. Usai mendapat perintah itu, TNI Angkatan Darat di berbagai daerah ramai-ramai mengecam pernyataan Effendi Simbolon.

“Jangan kita diam saja. Dia itu siapa? Nggak berpengaruh, nggak berpengaruh. Harga diri, kehormatan kita, kok diinjak-injak sama dia. Karena saya tahu juga dia dapat ‘angin’ masalahnya, sehingga kita duduk semua, diam,” kata Dudung dalam video yang viral tersebut.

Effendi pun menyatakan permintaan maaf kepada TNI. Ia mengaku bersalah telah menggunakan diksi TNI dengan gerombolan.

Sementara itu, Komisi I DPR juga akan menjadwalkan rapat bersama Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dan KSAD Jenderal Dudung Abdurachman pada 26 September 2022.

Baca juga
Andika Akan Ditanya Target Menjadi Panglima TNI yang Hanya 13 Bulan

Wakil Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari tidak menjelaskan apakah rapat tersebut akan membahas persoalan antara Dudung dengan anggota Komisi I Effendi Simbolon.

Agenda rapat 26 September itu, sambung Abdul Kharis, yaitu membahas persetujuan rancangan kerja/rancangan anggaran (RKA)TNI dan Kementerian Pertahanan. Menhan Prabowo juga dijadwalkan hadir.

Tinggalkan Komentar