Sabtu, 28 Januari 2023
06 Rajab 1444

Melalui Upacara Aksesi, Charles III Resmi Jadi Raja Inggris

Sabtu, 10 Sep 2022 - 17:45 WIB
Penulis : Fadly Zikry
Raja Charles Iii inggris - inilah.com
Raja Charles III (Foto: ist)

Kerajaan Inggris menggelar seremoni aksesi di Istana St James, London, Sabtu (10/9/2022) waktu setempat. Melalui upacara itu, Charles resmi menjadi Raja Inggris.

Mengutip The Guardian, upacara itu bertujuan untuk mengakui kedaulatannya sebagai Raja Charles III.

Upacara itu dihadiri oleh para anggota Dewan Aksesi, sebuah lembaga seremonial yang terdiri atas para bangsawan, tokoh politik dan keagamaan. Mereka terdiri dari Permaisuri Camilla, Pangeran Wales William, Perdana Menteri (PM) Inggris Liz Truss, anggota kabinet dan anggota kabinet bayangan, serta Uskup Agung Canterbury.

Enam mantan PM Inggris lainnya termasuk Boris Johnson dan Theresa May, juga hadir dalam seremoni ini.

Baca juga
PM Inggris Boris Johnson Akhirnya Mundur

Jumlah anggota Dewan Aksesi mencapai 700 orang, namun yang hadir dilaporkan hanya sekitar 250 orang.

Upacara aksesi merupakan kegiatan bersejarah yang telah dilakukan Kerajaan Inggris selama berabad-abad, namun baru pertama kalinya disiarkan televisi.

Ketua House of Commons dan Presiden House of Lords pada Parlemen Inggris, Penny Mordaunt, memimpin seremoni ini dengan mengawali secara simbolis mengumumkan wafatnya Ratu Elizabeth II.

“Menjadi tugas menyedihkan bagi saya untuk memberi tahu Anda bahwa Yang Mulia Ratu Elizabeth II yang paling murah hati telah meninggal dunia pada Kamis, 8 September 2022, di Kastil Barmoral,” kata Mordaunt di hadapan para anggota Dewan Aksesi.

Baca juga
Peti Jenazah Ratu Elizabeth II Disemayamkan di Westminster Hall, Publik Beri Penghormatan Terakhir

Usai kematian Ratu Elizabeth II diumumkan, Panitera Dewan Penasihat Dewan Aksesi, Richard Tilbrook, kemudian menyampaikan penetapan Charles sebagai Raja Inggris dengan sebutan Raja Charles III.

“Mendiang Ratu Elizabeth II yang berdaulat, yang dengan kematiannya, mahkota Inggris Raya dan Irlandia Utara semata-mata dan sesuai hak datang kepada Pangeran Charles, Philip Arthur George,” kata Tilbrook.

“Oleh karena itu, kami, penguasa spiritual dan temporal dari kerajaan ini, dan para anggota House of Commons bersama dengan anggota lainnya dari Dewan Penasihat mendiang Yang Mulia dan perwakilan dari kerajaan dan wilayah, anggota dewan, warga London dan lainnya, dengan satu suara dan persetujuan dari lidah dan hati mempublikasikan dan menyatakan bahwa Pangeran Charles Philip Arthur George sekarang, dengan kematian mendiang penguasa kami, menjadi satu-satunya Lord kami yang sah. God Save the King,” tambah Tilbrook yang langsung diikuti para anggota Dewan Aksesi.

Tinggalkan Komentar