Minggu, 27 November 2022
03 Jumadil Awwal 1444

Memahami Stroke Hemoragik yang Dialami Suami Dee Lestari

Sabtu, 10 Sep 2022 - 20:50 WIB
Stroke Dee Lestari
(ilustrasi)

Stroke pendarahan menjadi penyebab utama kematian pakar penyembuh holistik Reza Gunawan. Seperti yang disampaikan istrinya Dee Lestari, Reza berjuang dengan penyakit itu selama lebih dari sebulan dirawat di rumah sakit. Sempat melanjutkan masa pemulihan di rumah, namun pada akhirnya pendiri True Nature Holistic Healing itu mengembuskan napas terakhir, Selasa (6/9/2022). Penyakit apakah ini dan bagaimana cara mencegahnya?

Stroke pendarahan atau dikenal dengan istilah stroke hemoragik ini dialami sekitar 13-15 persen dari kasus stroke, sementara sisanya yang paling sering terjadi adalah stroke iskemik, yakni penyumbatan suplai darah ke otak.

Penyakit stroke hemarogik disebabkan oleh pembuluh darah yang melemah dan pecah sehingga berdarah ke otak di sekitarnya. Darah menumpuk dan menekan jaringan otak di sekitarnya. Penyakit ini bisa menyebabkan gejala neurologis yang mengancam jiwa.

Ketika mengalami pendarahan di dalam atau di sekitar otak, suplai darah ke bagian otak terhenti dan kemudian berakibat fatal yakni mematikan sel-sel otak. Kerusakan sel-sel otak dapat mempengaruhi cara kerja tubuh. Itu juga dapat mengubah cara berpikir dan merasa.

Store hemoragik biasanya berkaitan erat bahkan dalam banyak kasus berawal dari stroke iskemik. Orang yang mengalami stroke iskemik mengalami penyumbatan pada suplai darah di otak. Penyumbatan ini menyebabkan kurangnya suplai darah sehingga membuat kerusakan pada jaringan otak, sehingga menjadi rapuh dan rentan terjadi pendarahan.

Setelah terjadi pendarahan, risiko mengalami stroke hemoragik sangat tinggi. Kondisi ini disebut dengan konversi iskemik. Seringkali stroke hemoragik terjadi sekitar dua minggu setelah tubuh mengalami stroke iskemik.

Jika mengalami stroke hemoragik, harus menjalani perawatan darurat untuk mengurangi pendarahan dan membatasi jumlah kerusakan di otak. Setelah itu, akan mendapatkan dukungan untuk pemulihan termasuk perawatan medis dan terapi rehabilitasi. Efek stroke tergantung pada lokasi stroke di otak, dan jumlah kerusakannya.

Dua Jenis Stroke Hemoragik

Mengutip Stroke.org, terdapat dua jenis utama stroke hemoragik. Pertama adalah pendarahan di dalam otak atau perdarahan intraserebral (ICH). Pada kasus jenis ini, darah bocor keluar dari pembuluh darah ke jaringan otak, kadang-kadang jauh ke dalam otak.

Ini merupakan jenis stroke hemoragik yang paling umum, dan sekitar dua pertiga dari semua stroke hemoragik adalah jenis ICH ini.

Baca juga
Setelah COVID-19, Diabetes Bisa Jadi Krisis Kesehatan Berikutnya

Sementara jenis kedua adalah pendarahan di permukaan otak atau perdarahan subarachnoid (SAH). Perdarahan subarachnoid adalah di mana darah bocor keluar dari pembuluh darah di permukaan otak, dan masuk ke lapisan pelindung cairan yang mengelilingi otak.

SAH adalah jenis stroke yang paling jarang terjadi, dan sekitar satu dari tiga dari semua stroke hemoragik adalah SAH.

Dalam tulisan ini akan lebih banyak dibahas tentang stroke pendarahan jenis ICH yang memang mendominasi kasus jenis ini. Stroke hemoragik dapat memiliki penyebab yang berbeda, seperti pembuluh darah abnormal di otak.

Ada beberapa hal yang dapat membuat lebih mungkin mengalami stroke hemoragik, seperti tekanan darah tinggi, dan penumpukan bahan lemak di arteri.

Penyebab dan Gejala

Gejala stroke hemoragik dapat bervariasi dari orang ke orang, tetapi hampir selalu muncul segera setelah stroke terjadi. Mengutip, Healthline, gejala yang mungkin terjadi di antaranya, kehilangan kesadaran total atau terbatas, mual, muntah serta sakit kepala tiba-tiba yang parah.

Gejala lainnya adalah kelemahan atau mati rasa di wajah, kaki, atau lengan di satu sisi tubuh, kejang, kehilangan keseimbangan, mengalami masalah dengan bicara atau menelan, hinga kebingungan atau disorientasi.

Ada cara yang bisa digunakan untuk mengidentifikasi serangan stroke ini, yakni dikenal dengan singkatan FAST (Face, Arm, Speech, Time).

Face atau wajah dengan memperhatikan apakah salah satu sisi wajahnya terlihat lemah saat tersenyum. Arm atau lengan dengan memperhatikan apakah ketika mengangkat kedua lengan, salah satu lengannya terkulai atau tidak.

Yang lainnya adalah Speech yakni berbicara dengan memperhatikan apakah orang tersebut kehilangan kemampuan untuk berbicara dengan jelas. Terakhir adalah Time atau waktu, jika semua tanda di atas teridentifikasi, maka ini adalah waktu yang tepat untuk mendatangi ahli kesehatan.

Ada dua kemungkinan penyebab pecahnya pembuluh darah di otak. Penyebab paling umum adalah aneurisma. Aneurisma terjadi ketika bagian pembuluh darah membesar akibat tekanan darah tinggi yang kronis atau ketika dinding pembuluh darah lemah. Balon ini menyebabkan penipisan dinding pembuluh darah, dan akhirnya pecah.

Penyebab ICH yang lebih jarang adalah malformasi arteriovenosa (AVM). Ini terjadi ketika arteri dan vena terhubung secara tidak normal tanpa kapiler di antara mereka. AVM adalah bawaan. Ini berarti mereka hadir saat lahir, tetapi mereka tidak turun-temurun. Tidak diketahui persis mengapa gejala ini terjadi pada beberapa orang.

Baca juga
7 Kebiasaan Buruk Berpeluang Merusak Jantung

Perawatan dan Pemulihan

Perawatan darurat sangat penting untuk stroke hemoragik. Perawatan ini berfokus pada pengendalian pendarahan di otak dan mengurangi tekanan yang disebabkan oleh pendarahan. Obat-obatan dapat digunakan untuk mengurangi tekanan darah atau memperlambat pendarahan.

Setelah stroke hemoragik dikendalikan dengan perawatan darurat, tindakan pengobatan lebih lanjut dapat diambil. Jika ruptur kecil dan hanya menghasilkan sedikit pendarahan dan tekanan, perawatan suportif mungkin satu-satunya bentuk perawatan lain yang Anda butuhkan.

Untuk stroke yang lebih serius, pembedahan mungkin diperlukan untuk memperbaiki pembuluh darah yang pecah dan menghentikan pendarahan. Jika stroke disebabkan oleh AVM, pembedahan dapat digunakan untuk mengangkatnya.

Namun, ini tidak selalu memungkinkan, dan tergantung pada lokasi AVM. Pembedahan mungkin juga diperlukan untuk mengurangi tekanan yang disebabkan oleh pendarahan dan pembengkakan otak.

Durasi pemulihan dan rehabilitasi tergantung pada tingkat keparahan stroke dan jumlah kerusakan jaringan yang terjadi serta seberapa cepat Anda mendapatkan perawatan ketika terjadi stroke.

Mungkin diperlukan berbagai jenis terapi tergantung pada kebutuhan Anda. Pilihan termasuk terapi fisik, terapi okupasi, atau terapi wicara. Tujuan utama terapi adalah mengembalikan fungsi sebanyak mungkin.

Masa pemulihan berbeda pada setiapa kasus. Ada yang berlangsung selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.

Namun, kebanyakan orang dengan stroke ringan dan tidak ada komplikasi tambahan biasanya dapat pulih lebih cepat dengan tinggal di rumah dalam beberapa minggu.

Pencegahan Dini Stroke

Kunci dari pencegahan stroke adalah pengetahuan yang cukup tentang penyebab, gejala dan penanganannya. Dengan mengetahui faktor risiko tertentu menyabotase kesehatan dan membuat rentan terkena penyakit itu, segeralah mengambil langkah mengurangi efek risiko tersebut.

Health Harvard menyebut tujuh cara menghindari stroke bagi sejak dini. Yang pertama harus dilakukan adalah menurunkan tekanan darah. Tekanan darah tinggi merupakan faktor penyumbang yang sangat besar bahkan melipatgandakan risiko stroke Anda jika tidak dikendalikan. Pertahankan tekanan darah kurang dari 120/80 jika memungkinkan.

Baca juga
Curahan Hati Orangtua Bayi Kembar Siam, Kasus Langka di RSAB Harapan Kita

Kedua adalah menurunkan berat badan. Obesitas, serta komplikasi yang terkait dengannya (termasuk tekanan darah tinggi dan diabetes), meningkatkan kemungkinan Anda terkena stroke. Ketiga adalah melakukan olahraga lebih banyak.

Olahraga berkontribusi untuk menurunkan berat badan dan menurunkan tekanan darah, tetapi juga berdiri sendiri sebagai peredam stroke independen. Berolahragalah dengan intensitas sedang setidaknya lima hari seminggu.

Menghindari alkohol merupakan pencegahan keempat. Studi menunjukkan bahwa jika Anda minum minuman mengandung alkohol sekitar satu kali setiap hari, risikonya mungkin lebih rendah. Begitu Anda mulai minum lebih dari dua kali per hari, risiko Anda meningkat sangat tajam.

Berikutnya adalah obati fibrilasi atrium jika Anda mengalaminya. Ini merupakan bentuk detak jantung tidak teratur yang menyebabkan pembentukan gumpalan di jantung. Gumpalan tersebut kemudian dapat menyebar ke otak, menghasilkan stroke. Fibrilasi atrium membawa risiko stroke hampir lima kali lipat.

Cara selanjutnya adalah jika Anda menderita diabetes, segera obati karena memiliki kadar gula darah tinggi merusak pembuluh darah dari waktu ke waktu, membuat gumpalan lebih mungkin terbentuk di dalamnya. Karena itu penting bagi Anda untuk menjaga kadar gula darah terkendali.

Kebiasaan merokok juga dapat menambah risiko stroke. Merokok mempercepat pembentukan gumpalan dengan beberapa cara berbeda. Merokok mengentalkan darah Anda, dan meningkatkan jumlah penumpukan plak di arteri.

Bersamaan dengan diet sehat dan olahraga teratur, berhenti merokok adalah salah satu perubahan gaya hidup paling kuat yang akan membantu Anda mengurangi risiko stroke secara signifikan.

Kunci pencegahan stroke adalah menjalani gaya hidup sehat. Meliputi asupan makanan sehat seimbang, rutin berolahraga, tidur yang cukup serta hindari stres. Sayangi diri Anda dengan melakukan pencegahan terbaik, sesuai nasehat orang bijak, mencegah lebih baik dari pada mengobati.

 

Tinggalkan Komentar