Selasa, 29 November 2022
05 Jumadil Awwal 1444

Memaknai Istilah Kapolri ‘Ikan Busuk Mulai dari Kepala’, Potong Saja!

Jumat, 16 Sep 2022 - 19:49 WIB
Istilah Kapolri
(foto: Inilah.com)

Kapolri mengungkapkan istilah ‘ikan busuk mulai dari kepala’ sebagai bagian dari instruksinya untuk saling mengingatkan antara atasan dan anak buah. Setidaknya sudah dua kali Kapolri mengungkapkan istilah ini. Apa sebenarnya maknanya?

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dalam videonya meminta seluruh anggota Polri berani mengoreksi pimpinan jika memang melanggar aturan atau melakukan kesalahan. Ia juga mengingatkan agar anggota Polri untuk tidak melakukan pelanggaran yang mencederai rasa keadilan di masyarakat.

“Ikan busuk tentunya mulai dari kepala, mari kita saling mengingatkan. Atasan mengingatkan anak buah, anak buah juga sama,” ujar Listyo saat memberi instruksi kepada seluruh jajarannya dalam video yang diunggah di akun Instagram-nya, Senin (12/9/2022).

Listyo mengungkapkan seorang anak buah boleh saja mengingatkan pimpinan bila terbukti melakukan kesalahan dalam tindakannya. Ia justru meminta agar para anggotanya tidak sekadar menjalankan perintah pimpinan, terlebih jika menyadari perintah itu menyalahi aturan.

“Anak buah juga, menyampaikan bahwa ‘komandan sepertinya ini salah’, itu sah-sah saja,” kata Listyo.

Ia menekankan sebagai Kapolri tidak akan ragu menindak anggota Polri yang kedapatan melanggar aturan. Ia mengatakan hal itu juga bertujuan untuk menjaga marwah dan kepercayaan terhadap institusi Polri

“Ini terus saya ulang-ulang karena saya sayang dengan 430.000 polisi yang telah bekerja dengan baik dan 30.000 PNS yang juga bekerja dengan baik. Kalau ada laporan saya tak perlu tegur lagi, langsung saya proses, saya copot, ini berlaku untuk semuanya apakah itu polisi, apakah itu polwan,” ujar Listyo.

Penyataan Kapolri ini muncul di tengah sorotan publik terhadap Polri menyusul terbongkarnya kasus dugaan pembunuhan berencana yang melibatkan bekas Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo. Akibat kasus itu, kepercayaan publik terhadap insitusi Polri sempat turun secara signifikan.

Baca juga
Penonaktifan Irjen Ferdy Sambo di Tangan Tim Khusus Bentukan Kapolri

Dalam kasus ini, telah diperiksa 97 personel. Berdasarkan pangkatnya, terdiri atas Irjen (1 personel), Brigjen (3), Kombes (6), AKBP (7), Kompol (4), AKP (5), Iptu (2), Ipda (1), Bripka (1), Brigadir (1), Briptu (2), dan Bharada (2).

Ungkapan Sebelumnya

Bukan kali ini saja Kapolri mengungkapkan istilah ‘ikan busuk dari kepala ini’. Pada 2021, saat memberikan pesan kepada Kapolda, Kapolres, hingga Kapolsek, Listyo juga mengungkapkan istilah ‘ikan busuk dari kepala’ ini. Saat itu, ia berpesan semua pimpinan Polri hingga ke daerah bisa menjadi teladan bagi jajaran dan masyarakat. Ini dilakukan demi integritas Korps Bhayangkara.

Kapolri lantas mengingatkan lagi soal kepemimpinan. Dia mengutip peribahasa ‘ikan busuk mulai dari kepala‘. Artinya, permasalahan di internal kepolisian bisa terjadi jika pemimpinnya bermasalah atau tidak mampu menjadi teladan.

“Ada pepatah, ‘ikan busuk mulai dari kepala‘, kalau pimpinannya bermasalah, maka bawahannya akan bermasalah juga,” ucap Kapolri pada acara penutupan pendidikan Sespimti Polri Dikreg ke-30, Sespimen Polri Dikreg ke-61, dan Sespimma Polri Angkatan ke-66, di Lembang, Jawa Barat pada Oktober 2021.

Setelah pernyataan ini, Kapolri mencopot satu Kombes tertuang dalam surat telegram nomor ST/2279/X/KEP./2021 per tanggal 31 Oktober 2021. Sedangkan, enam AKBP dicopot dalam telegram nomor ST/2280/X/KEP./2021 tanggal 31 Oktober 2021. Kedua telegram itu ditandatangani oleh AS SDM Polri Irjen Wahyu Widada atas nama Kapolri.

Pernyataan keras ini memang pantas Kapolri lakukan mengingat tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri turun pasca terjadinya kasus pembunuhan Brigadir J yang dilakukan oleh Irjen Ferdi Sambo. Dari hasil survei nasional Indikator gara-gara kasus ini tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Kepolisian turun ke level 54,4 pada Agustus 2022 dibanding posisi April lalu masih di level 71,6.

Baca juga
IPW Desak Kapolri Bongkar Konsorsium 303 Secara Terang Benderang

Selain kasus Irjen Sambo, Polri juga tengah diterpa isu Konsorsium 303 yang dituding melibatkan para pejabatnya. Belum ada penjelasan dari Kapolri untuk kasus ini. Namun Polri terlihat lebih getol mengungkap pelanggaran di bidang judi dan narkoba. Meskipun belum menjerat bandar besarnya dan peran para perwiranya yang membekingi mafia judi.

Memaknai Ikan Busuk

Istilah yang diucapkan Kapolri bahwa ‘ikan busuk mulai dari kepala’ itu memang tepat untuk menggambarkan situsi institusi Polri saat ini. Jika pimpinannya bermasalah, bawahannya juga akan bermasalah.

Kepala yang membusuk biasanya berdasarkan dengan sikap mementingkan diri sendiri atau kelompoknya. Bisa untuk memperkaya diri pimpinannya dan tidak memikirkan masa depan anak buahnya untuk bekerja dan menjalankan profesi dengan jujur dan kredibel.

Filosofi ini merupakan pepatah kuno yang sudah sejak lama ada. Ada yang menyebutnya berasal dari Yunani, atau China, atau Turki awalnya. Namun, tidak ada bukti yang pasti.

Sir James Porter mengungkapkan pengamatannya soal agama, hukum, pemerintahan, dan tata krama orang Turki, 1768. Ia mengungkapkan, orang Turki memiliki pepatah sederhana yang diterapkan pada saat-saat seperti itu.

Mereka mengatakan ‘ikan pertama-tama berbau busuk di kepala’, artinya, jika pelayan tidak tertib, itu karena gara-gara tuannya. Potter pernah menjadi duta besar Inggris untuk Pelabuhan Agung Kekaisaran Ottoman selama 15 tahun pada paruh kedua abad ke-18.

Ungkapan ini berasal dari pandangan bahwa setelah ikan ditangkap dan dibunuh, pertama-tama ia mulai membusuk di bagian kepala. Namun, beberapa ahli biologi mengatakan bahwa ini tidak faktual. Mereka mengatakan bahwa bagian pertama dari ikan menjadi buruk adalah sistem ususnya.

Baca juga
Sekolah SMA 96 Ambruk: Lurah Sampai Walikota Kena Tegur, Polisi Terjunkan Pusbalfor

Ada kisah unik soal istilah ini. Seorang orator ulung, negarawan, filsuf, ahli politik dan hukum bernama Marcus Tullius Cicero mengungkapkan istilah itu di depan para senator dan rakyat yang sedang berkumpul di sebuah gedung pertemuan umum. Cicero saat itu hidup di zaman Romawi pada tahun 106-43 SM yang terkenal korup.

Korupsi di Roma saat itu menjadi tradisi di lingkungan elitnya dan dilakukan tanpa rasa malu. Uang rakyat dijadikan bancakan, dibagi-bagi kepada sesama elit. Rakyat terus diperas atas nama pajak. Sedangkan para pejabat berfoya-foya dengan uang hasil merampok rakyat.

Cicero mengulang kembali istilah ikan membusuk mulai dari kepala itu. Ia pun mendapat pertanyaan bagaimana caranya memberantas korupsi di kalangan pejabat Roma saat itu. Tanpa rasa takut ia mengungkapkan, “Potong kepalanya. Kebusukan suatu negeri selalu berawal dari puncaknya, dari pemimpin-pemimpinnya!”.

Filosofi ikan busuk mulai dari kepala ini cocok dengan situasi saat ini. Artinya para pemimpin harus menjadi contoh atau teladan agar anak buahnya tidak menjadi busuk. Bagaimana mungkin anak buah menjadi baik bila pimpinannya tidak memulai yang baik. Tebarlah kebaikan untuk pribadi, bangsa dan negara.

Lalu meminjam istilah Cicero, mampukah Kapolri memotong kepala ikan agar tidak busuk semuanya? Sebuah upaya yang butuh ketegasan, kejujuran dan integritas demi marwah institusi Polri yang lebih baik.

Tinggalkan Komentar