Rabu, 29 Juni 2022
29 1444

Membudayakan Pemantauan Kesehatan di Rumah

Sabtu, 04 Jun 2022 - 06:09 WIB
Penulis : Ibnu Naufal
Kesehatan di rumah - inilah.com
Istockphoto

Rumah diyakini merupakan tempat yang nyaman untuk melakukan terapi kesehatan dan juga tempat yang efektif untuk memantau kesehatan pribadi. Tak heran bila OMRON Healthcare sebagai pemimpin dalam teknologi kesehatan, memfokuskan diri pada berbagai perangkat kesehatan yang bisa digunakan di rumah, sekaligus membudayakan pemantauan kesehatan di rumah.

“Kami di OMRON ingin menciptakan ‘budaya pengukuran kesehatan di rumah’ di Indonesia. OMRON menetapkan visi bisnis ‘Going for Zero’ yang dapat dicapai dengan meningkatkan budaya pengukuran kesehatan di rumah. Oleh karena itu, kami terkadang berkolaborasi dengan komunitas medis, KOL, dan influencer untuk menyebarkan informasi ini ke seluruh Indonesia,” ujar Tomoaki Watanabe, Direktur OMRON Healthcare Indonesia dalam keterangannya kepada inilah.com, Jumat (03/06/2022).

Seperti diketahui, OMRON Healthcare global baru-baru ini memperkenalkan strategi jangka panjangnya yang disebut Shaping Future 2030. Dalam strategi dan visi jangka panjang ‘Zero Events’, OMRON menetapkan tujuan yang dibagi dalam 3 kategori yakni terkait BPM, nebulizer dan TENS.

Direktur Omron Healthcare Indonesia, Tomoaki Watanabe - inilah.com
Direktur Omron Healthcare Indonesia, Tomoaki Watanabe

Terkait BPM, OMRON ingin mencapai nol kejadian penyakit kardiovaskular, sementara terkait Nebulizer, OMRON bertujuan untuk tidak memperparah penyakit pernapasan. Terkait TENS, OMRON memiliki tujuan untuk tidak membatasi aktivitas sehari-hari karena nyeri kronis. Tujuan ini akan diwujudkan OMRON melalui kombinasi terobosan inovasi teknologi, pendidikan publik, dan perubahan perilaku positif.

“Di Indonesia, OMRON akan fokus untuk meningkatkan aksesibilitas ke konsumen sehingga dapat mengakses informasi kesehatan yang baik, serta mengakses produk dan layanan OMRON. Selain mengembangkan jaringan distribusi yang lebih baik dengan para mitra dan memberikan dukungan informasi perawatan kesehatan lengkap menggunakan pemasaran digital seperti Facebook dan iklan Google,” papar Tomoaki.

Baca juga
Cuci Tangan Pakai Sabun, Modal Utama Pembelajaran Tatap Muka

Untuk mencapai Zero, lanjutnya, penting juga untuk berkomunikasi dengan dokter untuk berbagi mengapa perawatan kesehatan di rumah penting untuk menjaga kesehatan. “Oleh karena itu, kami bekerja sama dengan masyarakat hipertensi dan asosiasi lainnya untuk menyebarkan informasi yang bermanfaat kepada dokter,” katanya.

Penugasan di tengah pandemi

Penugasan Tomoaki ke Indonesia hampir bersamaan dengan munculnya pandemi COVID-19. Penerapan aturan pembatasan serta WFH membuatnya harus berpikir ulang mengenai strategi terbaik bagi bisnis OMRON di Indonesia. Ia pun melihat peluang di tengah aktivitas yang hampir semuanya beralih ke virtual.

“Untuk berdaptasi di tengah situasi pandemi, OMRON harus lebih fokus pada platform digital, baik untuk meningkatkan awareness terhadap brand maupun mempertahankan brand ini sebagai top of mind perangkat medis di rumah. Selain harus aktif memperluas toko resminya di E-commerce,” paparnya.

Kasus COVID kini memang sudah melandai, namun OMRON Indonesia masih terus menggunakan strategi pemasaran digital untuk meningkatkan ketersediaan produk OMRON di toko alat kesehatan dan apotek, agar dapat menjangkau lebih banyak masyarakat. Ini merupakan salah satu target yang diusung Tomoaki untuk terus mengibarkan nama OMRON di Indonesia.

Kinerja karyawan tidak dipungkiri akan menjadi dukungan positif. Untuk memaksimalkan kemampuan dan kinerja staf di OMRON Indonesia, Tomoaki kerap melakukan pertemuan personal dengan para karyawan sembari berupaya meningkatkan kemampuan mereka. Alhasil, banyak staf yang kemudian mengikuti pelatihan individu dan orientasi pembelajaran.

Baca juga
Ini Makanan yang Pantang Dikonsumsi saat Sahur dan Berbuka Puasa

Dua etos kerja yang Ia pelajari di Jepang dan diterapkan di OMRON Indonesia adalah ‘pengembangan team work’ dan ‘disiplin’. Kedua hal ini merupakan titik fokus yang diyakini dapat menunjukkan kinerja maksimal setiap karyawan. “Saya percaya bahwa penting bagi staf untuk mengembangkan team work yang baik dan tetap disiplin untuk memaksimalkan kemampuan mereka masing-masing,” katanya.

Rahasia umur panjang masyarakat Jepang

Sebagai orang Jepang, Tomoaki menyadari bahwa masyarakat di negaranya dikenal memiliki umur panjang serta pandai menjaga warisan kesehatan dan harapan hidup. Tingkat kematian pun menjadi yang terendah, sekitar dua pertiga dari penduduk AS.

Menurutnya, masyarakat Jepang memiliki harapan hidup lebih tinggi karena lebih sedikit kematian akibat penyakit jantung iskemik dan kanker, terutama kanker payudara dan prostat. Rendahnya angka kematian ini disebabkan rendahnya angka obesitas, faktor risiko penting untuk penyakit jantung iskemik dan beberapa jenis kanker.

Seperti diketahui, masyarakat Jepang memiliki tingkat obesitas rendah (4,8% untuk pria dan 3,7% untuk wanita). Untuk perbandingan, di Kanada 24,6% pria dewasa dan 26,2% wanita dewasa mengalami obesitas (BMI 30) pada tahun 2016.

“Kami di Jepang tidak banyak mengkonsumsi daging merah, tapi lebih banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung protein seperti ikan dan makanan nabati seperti kedelai dan teh,” paparnya.
Kondisi ini berkebalikan dengan Indonesia yang masih mencatatkan penyakit kanker, diabetes dan hipertensi sebagai penyebab kematian tertinggi di tanah air. Jumlah penderita obesitas Indonesia pun menempati peringkat ke-10 dunia, menurut Kementerian Kesehatan RI.

Baca juga
Haruskah Menahan Bersin?

Kendati demikian, Tomoaki melihat kesadaran masyarakat Indonesia terhadap kesehatan saat ini semakin meningkat. Sebagian besar masyarakat Indonesia kini lebih sadar akan kesehatan dan terbuka untuk produk yang lebih sehat. “Mereka beralih ke gaya hidup yang lebih berfokus pada kesehatan dan kebersihan di tengah upaya pemerintah membendung penyebaran COVID-19,” ujarnya.

Tumbuhnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan dan pola hidup sehat, serta penerapan sistem jaminan kesehatan masyarakat Indonesia atau BPJS-Kesehatan sejak 2014, telah meningkatkan permintaan terhadap produk kesehatan serta alat kesehatan yang lebih canggih dan modern. Berdasarkan data PwC Global, produk kesehatan (77%) menjadi pengeluaran tertinggi konsumen Indonesia setelah wabah COVID-19.

“Ini merupakan kesempatan bagi kami sebagai brand alat kesehatan digital terkemuka yang dipilih oleh dokter Indonesia untuk mendorong masyarakat Indonesia tetap sehat dengan melakukan pemantauan rutin dan terapi di rumah, serta meningkatkan gaya hidup sehat,” tutupnya.

Tinggalkan Komentar