Menag Ingatkan Pentingnya Moderasi Beragama Sebagai Soft Diplomacy

238357079 365575231710658 8879590031661991576 N - inilah.com
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas berharap warga Indonesia bisa memantapkan moderasi beragama dan penguatan kerukunan umat beragama.

Gus Yaqut, sapaannya, ingin moderasi beragama di Indonesia bisa menjadi bentuk soft diplomacy dan teladan bagi negara-negara di dunia.

“Dalam konteks negara-negara G20 misalnya, tentu ini juga sangat strategis karena apapun laju perekonomian ini mensyaratkan adanya stabilitas sosial, di mana faktor penting dalam stabilitas sosialnya adalah kerukunan dalam beragama,” kata Yaqut dalam webinar virtual “Moderasi Indonesia Untuk Dunia” yang diadakan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Senin (15/11/2021).

Selain itu, Yaqut menyampaikan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memberikan arahan agar Kemenag membuat semacam peta jalan untuk menetapkan tahun 2022 sebagai tahun toleransi.

Baca juga  Kemenag Cairkan Insentif Rp66 Miliar untuk 44 Ribu Guru PAI Non-PNS

Yaqut menegaskan, moderasi beragama adalah penguatan cara pandang, sikap, dan praktik beragama dalam kehidupan bersama. Caranya dengan mengaktualisasikan substansi ajaran agama.

Moderasi beragama juga merupakan upaya menghadirkan jalan tengah di antara dua kelompok ekstrem untuk menghadirkan keharmonisan di dalam kehidupan berbangsa.

“Ini penting disampaikan penjelasan ini, karena seringkali kita sudah menjumpai bahwa moderasi beragama disalahpahami bahwa agamanya yang dimoderatkan,” tandasnya.

Tinggalkan Komentar