Senin, 06 Februari 2023
15 Rajab 1444

Menagih Janji Swasembada Kedelai Presiden Jokowi di Juli 2014

Selasa, 08 Nov 2022 - 02:57 WIB
(Foto:Detik.com).

Mungkin sudah banyak yang lupa, Presiden Jokowi pernah menjanjikan Indonesia berswasembada kedelai pada 2014. Tak main-main, presiden mematok tiga tahun terwujud.

Ekonom dari Pergerakan Kedaulatan Rakyat (PKR), Gede Sandra kepada Inilah.com, Jakarta, Senin (7/11/2022), membeberkan janji politik Presiden Jokowi pada 2 Juli 2014. Kala itu, Jokowi tengah kampanye sebagai capres di Cianjur, Jawa Barat.

Selanjutnya, kata Gede, Presiden Jokowi mengulangi janji manisnya itu pada 9 Desember 2014. Dia bahkan sesumbar siap memecat menteri pertanian kalau gagal swasembada kedelai dalam 3 tahun.

“Pada bulan Desember tahun 2014, Presiden Jokowi pernah berjanji bahwa akan mewujudkan swasembada kedelai selama tiga tahun. Nyatanya, meleset juga sampai saat ini,” kata Gede.

Baca juga
Presiden Jokowi Dipastikan Tonton Balapan Formula E Bareng Anies dan Sandi Hari Ini

Dalam rencana strategis (Renstra) Kementerian Pertanian kala itu, kata Gede, swasembada kedelai dijanjikan terwujud pada 2020. Namun sayang sekali, tidak ada janji ataupun rencana besar tersebut yang terwujud, hingga kini.

“Padahal, kedelai adalah komoditi yang sangat penting karena merupakan bahan baku makanan bagi seluruh masyarakat Indonesia, terutama golongan menengah ke bawah,” ungkapnya.

Bersama telur, lanjut Gede, kedelai merupakan sumber protein utama bagi wong cilik yang koceknya terbatas.

“Rakyat kecil jarang makan daging dan ayam karena harganya lebih mahal ketimbang tahu atau tempe. Ironisnya, Indonesia malah langganan impor kedelai. Sampai sekarang,” kata Gede.

“Masalah kedelai ini memang problem of scarcity. Produksi kedelai Indonesia tahun 2021 hanya 240 ribu ton. Sementara impor kedelai tahun 2021 sebesar 2,5 juta ton,” imbuhnya.

Baca juga
Disinggung Soal Pemimpin Berambut Putih, Puan Melengos

Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan (Zulhas) menyatakan, Perum Bulog telah diperintahkan untuk impor kedelai 350 juta ton. Alhasil, pemerintah belum bisa mengerek subsidi kedelai dari Rp1.000 menjadi Rp3.000 per kilogram (kg), sesuai usulan Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo).

“Yang sudah pesan (kedelai) itu kan Bulog. Saya rasa tinggal tunggu sebentar lagi saja. Sementara ini subsidinya Rp 1.000. Tadinya kalau Bulog nggak impor bisa dinaikkan (Rp 3.000). Tapi kalau boleh impor kan, sudah Bulog langsung subsidinya,” kata Mendag Zulhas saat sidak beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, Senin.

Baca juga
Tak Hadiri Undangan Jokowi, Prof Didik Ingatkan Potensi Krisis Keuangan

Pandangan senada disampaikan Kepala Badan Pangan Nasional (Bappanas)/National Food Agency (NFA), Arief Prasetyo. Saat ini, subsidi kedelai tetap digelontorkan sebesar Rp1.000 per kg.

“Produsen tahu dan tempe memang usulkan kenaikan subsidi (kedelai) dari Rp 1.000 ke Rp3.000 per kilogram. Tetapi ini kita sampaikan sabar dulu-lah. Kita tetap sampaikan subsidi Rp1.000,” kata dia.

Tinggalkan Komentar