Senin, 06 Februari 2023
15 Rajab 1444

Menakar Asa Motor Listrik di Indonesia

Sabtu, 03 Des 2022 - 23:55 WIB
ION Mobility, ION M1-S, Motor Listik, IMOS 2022, JCC, - inilah.com
Motor listrik ION M1-S besutan ION Mobility unjuk gigi dalam ajang otomotif Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2022 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Kamis (3/11/2022). (Foto: Inilah.com/Didik Setiawan).

Keberadaan motor listrik di tanah air ibarat dua sisi koin. Di satu sisi, terdapat tantangan yang menghadang, sisi lainnya terselip peluang untuk bisa eksis.

Peneliti Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Muhammad Akbar mengungkapkan, rendahnya tingkat kesadaran masyarakat masih menjadi hambatan terbesar bagi para produsen kendaraan listrik dalam memasarkan.

“Tantangannya saat ini lebih kepada peningkatan kesadaran masyarakat untuk menggunakan transportasi dengan energi bersih. Selain itu, semakin banyak pilihan produsen motor listrik sehingga harga lebih kompetitif dan pilihan yang variatif untuk konsumen,” ujar Akbar kepada inilah.com, Sabtu (03/12/2022).

Kurang tercerahkannya masyarakat diperparah dengan mulai mencuatnya isu soal green energy. Pasalnya, listrik yang dihasilkan di Indonesia sebagian besar berasal dari pembangkit listrik tenaga batu bara, sehingga pengurangan emisinya dirasa belum maksimal. Hal ini menjadi pemicu pro dan kontra dalam penggunaan motor listrik.

Baca juga
Foto: Honda Kenalkan Roadmap Motor Listrik di IMOS 2022

“Dan juga, energi listrik yang ada di Indonesia sebagian besar berasal dari batu bara yang membuat dampak pengurangan emisinya masih belum maksimal, karena ekosistem listrik di Indonesia juga masih dalam tahap pembangunan,” sambung dia.

Tantangan lainnya, lebih lanjut Akbar menjelaskan, motor listrik masih dipandang belum mampu mengakomodir perjalanan jarak jauh. Mengingat, masih minimnya ketersediaan stasiun pengisian baterai, sehingga menjadi pertimbangan tersendiri bagi calon pembeli.

Melansir dari situs resminya, data dari Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), menyebut saat ini, terdapat 332 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di 279 lokasi publik sampai Juli 2022.

Baca juga
ALVA Perkenalkan Produk Motor Listrik Pertamanya di GIIAS 2022

Adapun unit Battery Swap Station, sudah ada 369 stasiun yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Di mata Akbar, jumlah ini masih jauh dari kata memadai.“Kesediaan stasiun pengisian yang belum banyak menyulitkan pengendara yang berkendara jarak jauh,” jelasnya.

Terlepas dari segala pro-kontra dan tantangan yang ada, Akbar tetap optimistis dengan eksistensi motor listrik di tanah air. Sebab, transformasi teknologi dan masalah iklim dunia kini sedang menjadi isu penting, yang mana banyak negara di dunia sedang memperjuangkannya.

Selain itu, pada periode September hingga Desember 2022, pemerintah tercatat telah dua kali menaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Jika tren kenaikan BBM terus berlanjut, bisa jadi pemicu masyarakat untuk semakin yakin beralih ke kendaraan listrik, di tahun 2023.

Baca juga
Foto: Rencana Pembangunan 4.900 SPBKLU Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik

“Kalau untuk trennya kemungkinan akan mengalami kenaikan moderat. Kalau dampak resesi besar, naiknya tidak akan signifikan. Intinya ada atau tidaknya resesi akan memengaruhi kenaikannya,” pungkasnya.

Tinggalkan Komentar