Kamis, 07 Juli 2022
08 Dzul Hijjah 1443

Menampik Hoaks, Vaksin Tidak Aman karena Dibuat Dalam Waktu Singkat

Selasa, 24 Agu 2021 - 11:37 WIB
Menampik Hoaks, Vaksin Tidak Aman karena Dibuat Dalam Waktu Singkat - inilah.com
Foto: Istimewa

Benarkah vaksin tidak aman karena dibuat dalam waktu singkat?

Jawaban:

Vaksin corona memang ditemukan dalam waktu yang cepat yaitu kurang dari 1,5 tahun, namun bukan berarti vaksin tersebut tidak aman dan tidak efektif, seperti yang dikutip dari akun instagram resmi @Faktacovid19.id, Selasa, (24/08/2021).

Faktanya:

1. Pengembangan teknologi vaksin tidak benar-benar dari awal dan hanya melanjutkan penemuan sebelumnya.

Vaksin covid-19 dikembangkan dari desain keluarga virus corona lainnya yaitu dari kejadian luar biasa SARS dan MERS.

2. Pengembangan teknologi berbagai platform (jenis) vaksin tidak serta-merta dihasilkan secara instan, contohnya:

– Vaksin dari virus mati (inaktif) platform ini sudah berkembang selama 30 tahun.

Baca juga
Penyangga Destinasi Borobudur, Kabupaten Temanggung Banyak Pontensi Wisata

– Vaksin jenis mRNA, walau memang baru pertama kali digunakan, namun pengembangan teknologinya sudah sejak 20 tahun lalu.

3. Uji klinis vaksin covid-19 dilakukan secara paralel, atau bersamaan dengan tetap memperhatikan aspek keamanan dan kemanjuran vaksin.

Misalkan uji klinis fase II dan II dilakukan bersamaan.

Karena metode ini, proses pembuatan vaksin covid-19 dapat menghemat waktu sampai dengan 5 tahun.

4. Dengan tetap memperhatikan aspek keamanan dan kemanjuran vaksin, fleksibilitas regulasi dari badan perizinan seperti BPOM Indonesia, EMA Eropa, atau FDA Amerika juga berpengaruh dalam pengembangan vaksin.

Walau begitu, penelitian dan pengawasan tetap dilanjutkan hingga berpuluh-puluh tahun kemudian.

5. Vaksin di distribusikan ke seluruh penjuru dunia dengan cepat melalui bantuan berbagai pihak.

Baca juga
Terima Lagi 2 Juta Dosis Vaksin Sinovac, Indonesia Amankan 273,6 Juta Dosis Vaksin COVID-19

Karena kebutuhan mendesak dan kekebalan kelompok (herd immunity) yang diharapkan untuk mengakhiri pandemi, WHO, berbagai negara, dan pihak swasta saling bahu-membahu agar program vaksinasi dapat segera dijalankan.

Tinggalkan Komentar

×