Mendag Lutfi: Ekspor Meroket, Sumbangan UMKM Masih Nomor Buncit

Mendag Lutfi: Ekspor Meroket, Sumbangan UMKM Masih Nomor Buncit - inilah.com

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyebutkan bahwa nilai ekspor dari pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) hanya 5 persen dari total nilai ekspor RI. Sedangkan sisanya berasal dari pengusaha besar.

Padahal, ia menyebut secara jumlah UMKM masih mendominasi. Dari total 16 ribu eksportir, sekitar 85 persen atau 13.600 di antaranya merupakan pelaku UMKM.

“Kalau kami lihat jumlah dari 16 ribu eksportir, 85 persen adalah UMKM. Tapi permasalahannya, UMKM hanya 5 persen dari nilai ekspor itu. Sedangkan 95 persen value dari pengusaha besar,” papar Mendag Lutfi pada konferensi pers kinerja Kemendag, Jumat (17/9/2021).

Di sisi lain, ia menyebut pelaku UMKM yang memasarkan produknya dengan teknologi atau e-commerce bisa meraup nilai tambah.

Baca juga  Tampil Gemilang, Medvedev Raih Gelar US Open

Mengutip studi Asian Development Bank (ADB), UMKM yang melek teknologi meraup nilai lebih 36 persen dari sebelum menggunakan platform digital. Oleh karena itu, Lutfi menilai digitalisasi adalah kunci agar pelaku UMKM bisa bersaing dengan pelaku usaha besar baik secara kuantitas maupun nilai.

Sejalan dengan itu, Mendag Lutfi menargetkan pada tahun depan dapat menarik setidaknya 1 juta pelaku usaha ke platform digital, baik yang berjualan di dalam negeri maupun yang membidik pasar ekspor.

“Apa yang kami kerjakan kami akan pacu UMKM lebih banyak ke eksportirnya supaya value tumbuh jadi kita pastikan produk bisa bersaing di pasar global,” jelasnya.

Baca juga  Tunggu 9 Tahun Lagi, Mendag Lutfi: PDB Indonesia Tembus Rp24.000 Triliun

Mendag Lutfi menilai, capaian ekspor di Agustus 2021 ini ditopang oleh peningkatan produk manufaktur dan komoditas utama, tren peningkatan harga komoditas dan peningkatan impor negara mitra dagang.

“Peningkatan ekspor produk manufaktur antara lain ditunjukkan oleh pertumbuhan ekspor bulanan dari produk kertas (HS48) sebesar 19,61 persen. Produk Kimia (HS 38) sebesar 17,10 persen dan kendaraan bermotor (HS 87) sebesar 16,16 persen,” ungkap Mendag Lutfi.

Sementara untuk ekspor komoditas utama Indonesia antara lain bersumber dari CPO (HS 15 ) sebesar 61,60 persen, produk timah (HS 80) sebesar 56,29 persen, dan bijih logam (HS 26) sebesar 40,99 persen.

Dia mengatakan, penguatan ekspor komoditas semakin besar sejalan dengan tren harga komoditas yang tumbuh pada Agustus 2021, seperti CPO naik 55,8 persen secara tahunan dan timah naik 72,7 persen.

Baca juga  Harga CPO Naik Terus, Minyak Goreng Diramal Makin Mahal Hingga Akhir Tahun

Sementara dari sisi demand, terjadi peningkatan impor di negara mitra dagang Indonesia pada Agustus 2021. Impor China tumbuh 33,1 persen, India impornya tumbuh 51,5 persen secara tahunan, dan Vietnam tumbuh 21 persen secara tahunan.

Mendag Lutfi menilai, keseluruhan ekspor dan impor periode Januari-Agustus 2021 yang tumbuh signifikan mendukung target pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2021.

“Pada periode Januari-Agustus 2021, ekspor dan impor Indonesia sama-sama mencatatkan pertumbuhan signifikan, masing-masing sebesar 37,7 persen (yoy) dan 33,36 persen (yoy),” kata Mendag Lutfi.

Tinggalkan Komentar