Sabtu, 01 Oktober 2022
05 Rabi'ul Awwal 1444

Mendag Zulhas Berhasil Tekuk Harga Migor Jadi Rp14.000 di 4 Pulau Besar

Kamis, 04 Agu 2022 - 20:14 WIB
Mendag Zulhas Berhasil Tekuk Harga Migor Rp14 Ribu di 4 Pulau Besar
Rajin blusukan ke pasar-pasar, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan berhasil turunkan harga minyak goreng di 4 pulau besar. (Okezone).

Kerja keras dan cerdas Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan atau Mendag Zulhas mulai terlihat hasilnya. Harga minyak goreng (migor) curah di Jawa, Bali, Sumatera dan Kalimantan turun Rp14.000/liter.

Kinerja sang Ketum PAN ini, bolehlah diacungi jempol. Bahkan dua jempol. Dalam waktu sekejab, dirinya mampu menurunkan harga migor curah di empat pulau besar.

Kini, Mendag Zulhas tinggal meneruskan sukses ini ke pulau lainnya seperti Papua dan Maluku. Diakui, harga migor curah di dua pulau tersebut masih di atas Rp14.000 per liter.

“Perintah Presiden waktu saya jadi menteri dua bulan minyak curah, minyak kemasan sederhana Rp14.000. Alhamdulillah dua minggu sudah Rp14.000 di Jawa, Bali, Sumatera dan Kalimantan,” ujar Mendag Zulhas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (4/8/2022).

Baca juga
Blusukan di Pasar Tomang Barat, Zulhas Traktir Pengunjung Bawang Merah hingga Bumbu

Khusus Papua dan Maluku, Mendag Zulhas bilang, akan ada pengiriman minyak goreng sebanyak 1.000 ton. Saat ini, harga migor di Maluku dan Papua, bisa mencapai Rp17.000 per liter.

“Sekarang Rp17.000 di Maluku, Papua. Dua minggu lagi, kalau masuk kita banjiri barang-barang itu, karena di Papua tidak bisa curah. Nah kemasannya baru jadi kemasan sederhana. Kalau curah kan bawanya susah,” katanya.

Selain soal harga minyak goreng, Mendag Zulhas juga melaporkan kondisi terakhir harga tandan buah segar (TBS) kepada Presiden Jokowi. Sebab pada dua pekan lalu Presiden meminta agar harga TBS bisa dinaikkan di atas Rp2.000 per kilogram (kg).

Baca juga
53 Ribu Liter Minyak Goreng di Sulteng Ditimbun Sejak Tahun 2021

“Hari ini sebagian sudah di atas Rp2.000 (per kg), sebagian masih Rp1.700. Saya sudah janji dua minggu lagi TBS bisa di atas Rp 2.000,” katanya.

Oleh karena itu, Kementerian Perdagangan akan meneruskan penerapan sejumlah strategi, yakni menunda kenaikan pungutan ekspor sebesar US$200. Dengan demikian, harga TBS bisa naik Rp600 per kg.

Kedua, pemerintah mengurangi pajak sebesar US$230 sehingga harga TBS kembali naik sebesar Rp630 per kg. “Artinya harga TBS itu sekurang-kurangnya Rp1.230 ditambah Rp1.250 sama dengan Rp2.480,” katanya.

“Nah sekarang di Riau sudah Rp2.100, di Jambi masih Rp1.700-an. Satu minggu, dua minggu ke depan sudah di atas Rp2.000 sudah rata-rata,” Zulkifli Hasan menambahkan.

Tinggalkan Komentar