Kamis, 06 Oktober 2022
10 Rabi'ul Awwal 1444

Mendag Zulhas: Kinerja Ekspor Jadi Akselerator Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II

Senin, 08 Agu 2022 - 15:43 WIB
Penulis : Ahmad Munjin
Zulhas: Kinerja Ekspor Jadi Akselerator Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II - inilah.com
(Foto: Inilah.com/Didik Setiawan)

Menteri  Perdagangan  Zulkifli  Hasan rupanya semringah dengan kinerja  ekspor Indonesia  pada  triwulan  II-2022 yang  tumbuh  sangat  baik, yaitu  sebesar  19,74  persen. Ini jelas menjadi akselerator pertumbuhan ekonomi triwulan II-2022.

Pertumbuhan  ekonomi  Indonesia  pada  triwulan  II  mampu  tumbuh  positif sebesar 5,44 persen secara tahunan atau year on year (YoY).

“Kinerja ekspor Indonesia pada triwulan II tumbuh paling tinggi yaitu sebesar 19,74 persen. Kinerja ekspor  ini  menjadi  akselerator  penopang  ekonomi  Indonesia  pada  triwulan  II  yang  tumbuh  positif 5,44  persen  YoY.  Ini  merupakan  momentum  yang  perlu  kita  jaga  di  tengah  kondisi  pelemahan ekonomi global dan tekanan inflasi yang meningkat di berbagai negara,” tegas  Mendag  Zulkifli Hasan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (7/8/2022).

Pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan II 2022 ini, lanjut Mendag Zulkifli Hasan, lebih tinggi dari capaian triwulan sebelumnya sebesar 5,01 persen (YoY).

“Pertumbuhan ekonomi ini bahkan berhasil melampaui  beberapa  negara  mitra  dagang  seperti  Singapura  dengan  pertumbuhan  ekonomi sebesar 4,8 persen, Korea Selatan (2,9 persen), Amerika Serikat(1,6 persen),dan RRT(0,4 persen) pada triwulan II 2022,” jelas Mendag Zulkifli Hasan.

Dari  kinerja  ekspor  Indonesia  di  triwulan  II  2022,  berdasarkan  data  Badan  Pusat  Statistik  (BPS), komponen ekspor barang dan jasa mengalami pertumbuhan tertinggi dengan kontribusi mencapai 24,68  persen  dari  produk  domestik  bruto  (PDB).

Baca juga
Mendag Zulhas Siap Bantu Blora Tembus Pasar Ekspor

“Penguatan ekspor yang tinggi tersebut salah satunya   didorong   kenaikan   harga   komoditas   dunia   akibat   konflik   Rusia   dan   Ukraina   yang mengakibatkan  disrupsi  pasokan  global  serta  kenaikan  permintaan  negara mitra pascapandemi,” imbuh Mendag Zulkifli Hasan.

Pada  triwulan  II,  ekspor  migas  Indonesia  mencapai  US$ 4,46  miliar,  atau  tumbuh  35,17  persen dibandingkan kuartal I 2022. Sedangkan ekspor nonmigas Indonesia tercatat US$70,46 miliar, atau tumbuh 12,12 prsen dibandingkan kuartal I 2022.

Produk ekspor yang menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2022 antara lain bahan  bakar  mineral  (HS  27)  seperti  batubara,  besi  dan  baja  (HS  72)  yang  merupakan  produk turunan nikel, bijih logam (HS 26), mesin dan perlengkapan elektrik (HS 85), serta berbagai produk kimia (HS 38).

Ekspor batubara (HS 27) triwulan II tercatat meningkat pesat dari US$8,87 miliar pada triwulan I menjadi US$15,24 miliar di triwulan II 2022, atau tumbuh 71,83 persen quarter to quarter (q-to-q).

Selain  komoditas  utama,  beberapa  produk  ekspor  Indonesia  menunjukkan  kinerja  yang  sangat positif seperti pupuk (HS 31), kapal/perahu (HS 89), serta produk nikel dan barang daripadanya (HS 75).

Baca juga
Mendag Zulhas Siap Bantu Produk UMKM Go Internasional

Menurut  Mendag  Zulkifli  Hasan,  kinerja  ekspor  ke negara  mitra  dagang  utama  Indonesia  pada triwulan  II  juga  tercatat  positif.  Ekspor  ke  RRT  yang  merupakan  negara  mitra  dagang  utama Indonesia  tercatat  sebesar  US$ 15,18  miliar.

Nilai  ekspor  ke  RRT  ini  berkontribusi  sebesar  21,54 persen dari ekspor Indonesiapada triwulan II. Selain itu, pada periode yang sama, ekspor ke India juga  tumbuh  pesat  yaitu  sebesar  US$6,89  miliar,  atau  meningkat  dibandingkan  triwulan  I  yang tercatat sebesar US$4,53 miliar.

Dari sisi impor, data statistik menunjukkan pada triwulan II impor Indonesia tercatat tumbuh positif sebesar  4,5  persen  dibandingkan  triwulan  I.  Pertumbuhan  impor  ini  sebagian  besar  berasal  dari peningkatan nilai impor migas. Impor migas tercatat mencapai US$10,84 miliar pada triwulan II ini, atau meningkat dibandingkan triwulan I yang tercatat sebesar US$8,62 miliar.

“Dengan  pertumbuhan  ekspor  yang  tinggi,  neraca  perdagangan  Indonesia  pada  triwulan  II mencatat surplus yang cukup lebar mencapai US$15,55 miliar. Nilai ini melampaui surplus triwulan I yang hanya tercatat sebesar US$9,33 miliar,” ungkapnya.

Baca juga
Kabar Baik dari BI, Bisnis Siap Tancap Gas di Triwulan I-2022

Sementara itu, lanjut Mendag Zulkifli Hasan, pada periode Januari–Juni 2022, total surplus neraca perdagangan Indonesia sebesar 24,89  miliar  telah  mencatatkan  sejarah  karena  menjadi  yang tertinggi dan melampaui surplus tertinggi sebelumnya pada 2007 sebesar US$20,15 miliar.

Mendag juga   menyampaikan, situasi   global   yang   penuh   turbulensi   saat   ini diperkirakan masih akan tetap memberikan keuntungan pada harga komoditas dan menjadi ‘durian runtuh’ (windfall) bagi kinerja ekspor komoditas Indonesia ke depan.

Namun demikian, Pemerintah Indonesia terus melakukan antisipasi melalui penguatan faktor-faktor produksi di dalam negeri dan memprioritaskan program-program yang menjaga kestabilan harga  dan  ketersedian  bahan  pokok.

“Selain  itu,  Kementerian  Perdagangan  juga  aktif  melakukan diversifikasi  akses  pasar  ekspor  melalui  sejumlah  perjanjian  perdagangan  untuk  tetap  menjaga kinerja ekspor yang tumbuh sangat baik,” pungkas Mendag.

Tinggalkan Komentar