Senin, 30 Januari 2023
08 Rajab 1444

Mendag Zulhas: Tanpa UMKM Tumbuh, Indonesia Bakal Sulit Jadi Negara Maju

Selasa, 29 Nov 2022 - 23:53 WIB
Mendag Zulhas Umkm
Mendag Zulhas saat berbicara dalam acara Indonesia Digital Economy Conference di Jakarta, Selasa (29/11/2022). (dok. Kemendag)

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengatakan bahwa pertumbuhan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sangat berpengaruh terhadap perekonomian negara.

Dia pun mengajak para pebisnis lokal untuk mengembangkan usahanya melalui platform digital.

“Tanpa UMKM tumbuh, kita akan sulit menjadi negara maju,” ujar Mendag Zulhas dalam acara Indonesia Digital Economy Conference di Jakarta, Selasa (29/11/2022).

Mendag Zulhas melihat UMKM di Indonesia tidak kalah bersaing dengan produk luar negeri. Sehingga, dia mengajak marketplace seperti Lazada untuk berpartisipasi membawa produk UMKM ke pasar global.

Dalam laporan e-Conomy SEA 2022, ekonomi digital Indonesia diproyeksikan akan mencapai Gross Merchandise Value (GMV) senilai US$77 miliar pada tahun 2022.

Baca juga
Mendag Zulhas: Muhammadiyah-NU Satu, Indonesia Maju

Sampai 2050, dia menyebut ekonomi digital diproyeksikan mencapai US$130 miliar, tumbuh dengan Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 19 persen. Kemudian, hingga 2030 diperkirakan akan tumbuh lebih dari tiga kali lipat di kisaran US$220 sampai US$360 miliar.

Mendag Zulhas juga mengaku optimistis perekonomian digital Indonesia akan lebih baik meski ada prediksi resesi dunia terjadi tahun depan. Ia mengajak semua pihak untuk berkolaborasi agar perekonomian digital di Tanah Air tetap positif.

“Bisnis digital jika kita perhatikan dalam waktu belakangan memang mengalami penurunan sedikit, tapi sedikit saja. Tidak usah khawatir karena tahun depan saya optimis ekonomi Indonesia akan tumbuh lebih baik meski ada prediksi resesi,” jelasnya.

Baca juga
Majukan Buah Lokal, Mendag Zulhas Ingin Batasi Impor

Mendag Zulhas menyampaikan optimismenya tak lepas dari kinerja perdagangan selama tahun 2022 yang memperlihatkan tren positif. Hingga akhir tahun ini, dia menyebut transaksi perdagangan mengalami surplus.

Ketua Umum PAN ini juga membeberkan Indonesia terus memperluas cakupan penetrasi ke pasar-pasar baru seperti Afrika, Timur Tengah, dan Asia Selatan.

Terbaru, Indonesia telah memiliki sejumlah perjanjian perdagangan bilateral dengan negara nontradisional lainnya, yaitu Indonesia-Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA), Indonesia-Mozambique Preferential Trade Agreement (PTA), dan Indonesia-Pakistan PTA.

Tinggalkan Komentar