Senin, 15 Agustus 2022
17 Muharram 1444

Mendag Zulhas Ungkap Harga Bahan Pokok di Indonesia Lebih Merakyat Ketimbang Singapura

Sabtu, 25 Jun 2022 - 12:04 WIB
Image5 - inilah.com
Mendag Zulkifli Hasan saat mengecek stok dan harga minyak goreng di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (25/6/2022). Foto: Inilah.com/Mia Umi Kartikawati

Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan menyebut harga bahan pokok di Indonesia lebih merakyat alias murah ketimbang negara tetangga, Singapura. Pernyataannya ini berdasarkan data dan pantauan Zulhas sejak menjabat Mendag pada 15 Juni 2022.

“Kalau dibandingin negara lain, contohnya beras, kita itu antara 10-12 ribu rupiah per liter yang premium. Kalau di Singapura beras itu Rp32 ribu,” kata sosok yang akrab disapa Zulhas saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (25/6/2022).

Selain beras, Zulhas juga menyebut beberapa harga bahan pokok yang relatif lebih murah ketimbang Singapura. Sebut saja, daging ayam yang kini berada di angka Rp38 ribu. Sementara di Singapura menyentuh harga Rp129 ribu.

Baca juga
Buka EVOS ITF, Zulhas Dorong Esports Makin Berkembang di Indonesia

Harga berkali-kali lipat juga mencuat dari bahan pokok cabai rawit merah hingga bawang. Di Singapura, Zulhas menyebut harga dua bahan itu Rp113 ribu.

Sementara di Indonesia harga rawit dan bawang punya berkisar Rp30-60 ribu di pasaran.

Zulhas mengatakan, kondisi tersebut tak lepas dari campur tangan pemerintah pusat dalam memberi subsidi khusus harga bahan pokok makanan.

“Jadi pemerintah sudah subsidinya luar biasa. Kalau mau dinaikin lagi artinya subsidi naik lagi,” ungkap Zulhas.

Total subsidi bahan pokok yang dikeluarkan pemerintah, menurut Zulhas, sudah mencapai melebihi Rp15 triliun. Tentu, hal ini juga jadi bahan pertimbangan Kementerian Perdagangan untuk menekan angka subsidi sekaligus menstabilkan harga pasar.

Baca juga
Tawarkan Konsep Islam Tengah, Elektabilitas PAN dan Zulhas Meningkat

“Subsidi naik pemerintah bisa kolaps. Sekarang 15 triliun lebih untuk subsididi, kalau di naikin lagi kita ga bisa bikin jalan. Kalo subsidi naik bisa gelap itu lampu, jalan bisa rusak dan habis uangnya,” tukas Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

Tinggalkan Komentar