Sabtu, 26 November 2022
02 Jumadil Awwal 1444

Mendagri Jerman Pakai Ban ‘One Love’, Suporter Qatar Sindir dengan Keffiyeh Palestina

Jumat, 25 Nov 2022 - 09:11 WIB
Penulis : Ibnu Naufal
Pemandangan bendera Palestina sudah menjadi hal biasa selama Piala Dunia 2022 di Qatar [Foto: Al Jazeera/Hafsa Adil/]
Pemandangan bendera Palestina sudah menjadi hal biasa selama Piala Dunia 2022 di Qatar [Foto: Al Jazeera/Hafsa Adil/]

Sejumlah warga Qatar mengenakan ban lengan yang menampilkan desain pro-Palestina pada pertandingan pembuka Grup E Piala Dunia 2022 antara Jepang-Jerman pada hari Rabu (25/11/2022). Hal ini menjadi sorotan di tengah perselisihan tentang simbol politik yang hadir di acara pesta sepak bola empat tahunan tersebut.

Reuters mewartakan, Ban lengan memiliki desain syal keffiyeh hitam-putih yang identik sebagai simbol perjuangan Palestina dan merupakan tanggapan nyata terhadap para pemain dan ofisial yang memprotes langkah FIFA untuk memberikan sanksi kepada pemain yang mengenakan ban lengan “OneLove” di lapangan.

Hal ini turut menjadi sindiran balik atas tindakan Menteri Dalam Negeri Jerman, Nancy Faeser,  yang datang dengan mengenakan ban kapten pelangi yang identik sebagai bentuk dukungan terhadap LGBT+. Sikapnya menegaskan penolakan terhadap aturan yang telah diputuskan FIFA.

Baca juga
Polisi Resmi Tahan Rizky Billar Terkait Kasus KDRT Lesti Kejora

Nancy bahkan duduk di samping Presiden FIFA Gianni Infantino di tribune VIP dan sempat saling bercengkerama. Namun, tidak lama setelah keduanya berbincang tampak Nancy Faeser mengenakan jaket merah sehingga menutupi ban kapten One Love di lengannya tersebut.

"<yoastmark
Warga Negara Qatar yang hadir di Stadion merespons Ban Kapten One Love Mendagri Jerman dengan Keffiyeh Palestina (Foto: Twitter)

Aksi protes Eropa

FIFA bersama Qatar menegaskan pembatasan terhadap tiap simbol dukungan untuk kampanye LGBT. Keputusan ini memancing reaksi keras sejumlah negara peserta dari Eropa, tak terkecuali Jerman.

Pekan lalu, tujuh tim Eropa membatalkan rencana untuk mengenakan ban kapten ke lapangan setelah FIFA mengancam mereka dengan sanksi.

Menjelang kickoff, para pemain Jerman menutup mulut mereka dengan tangan selama foto tim sebagai protes atas langkah FIFA. Jepang kemudian menenggelamkan Jerman, 2-1.

Baca juga
Atasi Jepang, Tim Thomas Indonesia Hadapi India di Final

Piala Dunia, yang pertama terselenggara di negara Timur Tengah, menyoroti hak-hak LGBT+ di Qatar, di mana homoseksualitas adalah ilegal.

Ban kapten pelangi atau One Love yang mendukung LGBT tak boleh  pemain gunakan pada Piala Dunia 2022. Akibatnya terdapat sejumlah tim, termasuk Jerman batal memakai ban kapten pelangi LGBT di Piala Dunia 2022.

Hal ini bisa menyebabkan adanya ancaman mengenai kartu kuning yang akan mereka terima jika memaksa untuk menggunakan atribut yang tidak sesuai dengan atribut Piala Dunia 2022.

Tinggalkan Komentar