Minggu, 07 Agustus 2022
09 Muharram 1444

Mendagri Larang Kegiatan Pawai Natal dan Tahun Baru 2022

Senin, 27 Des 2021 - 16:45 WIB
Penulis : Ajat M Fajar
Mendagri Larang Kegiatan Pawai Natal dan Tahun Baru 2022

Mendagri Tito Karnavian larang kegiatan pawai hingga pesta kembang api. Larangan kegiatan ini karena bisa menimbulkan kerumunan dan berpotensi membuat lonjakan COVID-19 di Natal dan Tahun Baru 2022.

“Selama Natal dan tahun baru tidak boleh berkeliaran, tidak ada perayaan-perayaan, pawai-pawai, arak-arakan, pesta kembang api, alun-alun tutup dan sebagainya,” kata Tito di Jakarta, Senin (27/12/2021).

Meski ada larangan untuk pawai dan pesta kembang api, Mendagri masih beri izin kegiatan di restoran dan mal. Namun kegiatan itu harus menerapkan protokol kesehatan ketat

“Restoran 75 persen, mal 75 persen, penerapan PeduliLindungi berjalan terus,” ucap Mendagri Tito

Baca juga
PPKM Level 3, Akses Masuk Kota Bandung Berlakukan Ganjil-Genap

Mendagri juga meminta agar kepala daerah mengeluarkan peraturan yang memuat sanksi dalam penerapan PPKM di wilayah masing-masing sebagai upaya langkah pencegahan.

“Ada sanksinya, kalau tidak ada sanksinya percuma,” kata Mendagri.

Mendagri Tito Karnavian bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan para kepala daerah menggelar rapat koordinasi untuk pencegahan penyebaran COVID-19 selama periode libur Natal dan tahun baru.

“Rapat ini menindaklanjuti arahan presiden, tadi malam beliau mengadakan ratas, ada Bapak Menkes dan kami, hadir sejumlah kabinet lain. Intinya adalah kita mengelola pandemi di Natal-tahun baru ini, ada potensi kerumunan masyarakat sehingga kita tidak ingin seperti tahun lalu, terjadi lonjakan,” ucapnya.

Baca juga
Foto: Rencana Penerapan Sanksi Pidana Bagi Yang Tak Gunakan Aplikasi PeduliLindungi

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut kata Mendagri perlu pembatasan kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan. Kemudian masyarakat juga supaya tetap menerapkan protokol kesehatan ketat.

“Mengantisipasi serta merespons varian Omicron, meskipun karakternya sedang dipelajari terus. Ada sejumlah langkah-langkah tolong yang perlu disampaikan ke publik dan masyarakat. Apa pun varian, nomor 1 prokes,” ujarnya.

Lebih lanjut, menurut Mendagri persiapan lainnya untuk pencegahan lonjakan COVID-19 di akhir tahun yakni seperti penguatan perbatasan, kemudian percepatan vaksinasi. Strategi-strategi ini mulai dari tindakan pencegahan hingga antisipasi bila terjadi penyebaran.

Tinggalkan Komentar