Mending Aktif Tenggelamkan Kapal Asing Daripada Rajin Hapus Mural

Mending Aktif Tenggelamkan Kapal Asing Daripada Rajin Hapus Mural - inilah.com

Tinggalkan Komentar

Mending Aktif Tenggelamkan Kapal Asing Daripada Rajin Hapus Mural

Mending Aktif Tenggelamkan Kapal Asing Daripada Rajin Hapus Mural - inilah.com
Foto Istimewa

Ribuan kapal asing termasuk milik Vietnam dan China terdeteksi radar masuk perairan Natuna Utara dekat Laut China Selatan.  Demikian disampaikan Sekretaris Utama Badan Keamanan Laut (Bakamla) Laksda S. Irawan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (13/9/2021).

Beraninya kapal-kapal asing itu masuk ke perairan nusantara, akibat efek pemantauan perbatasan yang tak berjalan maksimal.  Bakamla hanya memiliki 10 kapal. Hambatan lainnya tak memiliki armada pemantauan udara. Hanya bisa meminjam ke TNI AL ataupun menyewa saat butuh pemantauan udara.

Jangan Mengecualikan Persoalan Krusial  

 Menanggapi temuan itu, mantan Sekretaris Kabinet (Seskab) Indonesia, era Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, Dipo Alam merasa miris. Harusnya, negara fokus pada hal-hal krusial untuk menunjang pemantauan wilayah perairan Indonesia. Bukan pada hal-hal seperti penghapusan mural yang sempat ramai beberapa pekan lalu. 

“Kapal-kapal pencuri ikan, tka gelap, penyelundup/pengedar narkoba yang perlu diawasi penguasa dan ditangkap. Bukan mural rajin dihapus, aksi  mahasiswa protes di alam demokrasi RI yang diberangus ditangkepin!” tulis Dipo Alam dalam akun Twitternya, dikutip Selasa (14/9/2021). 

Baca juga  Zulhas Temui Susi Pudjiastuti, Ada Apa?

Kapal Asing Takut Ditenggelamkan  

Era kepemimpinan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP)  Susi Pudjiastuti menenggelamkan kapal ilegal ampuh meredam kehadiran kapal-kapal asing. Hal tersebut diakui Pemerintah Kabupaten Nautuna. Bahkan kebijakan penenggelaman kapal juga berimbas kepada para nelayan Natuna lebih leluasa mendapatkan hasil tangkapan lebih banyak ketimbang sebelumnya. 

Setidaknya, melalui kebijakan ini, kapal berbendera luar sempat jera memasuki perairan Indonesia khususnya di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau.

“Sekarang dengan kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, saya menilai itu sangat tepat. Bukan gertakan tapi betul-betul membuat takut,” kata Bupati Kabupaten Natuna, Hamid Rizal saat ditemui di Natuna, Selasa (8/10/2019) lalu.

Sementara itu, saat Menteri Kelautan dan Perikanan dijabat Edhy Prabowo, kebijakan penenggelaman kapal asing ilegal yang dicetuskan Susi Pudjiastuti tak diteruskan. Dia menilai jargon itu tak bisa terus tanpa pembinaan terhadap nelayan serta budidaya ikan. 

Baca juga  Lahirnya Kolaborasi Lewat Rasa

“Saya tak pernah takut untuk menggelamkan kapal berapa pun, tapi tujuan akhirnya untuk apa?” kata Edhy setelah menggantikan posisi Susi Pudjiastuti. 


Tinggalkan Komentar