Kamis, 29 September 2022
03 Rabi'ul Awwal 1444

Mengapa Puasa Malah Berat Badan Naik?

Jumat, 22 Apr 2022 - 04:13 WIB
Berat Badan
(ilustrasi)

Selama Ramadan, umat Islam di seluruh dunia tidak makan dan minum dari matahari terbit hingga terbenam. Namun, yang sering menjadi pertanyaan adalah kaum Muslim cenderung bertambah berat badan ketika puasa. Apa yang salah dengan tubuh kita?

Banyak warga Muslim yang bersiap-siap untuk merayakan Idul Fitri sering tersadar bahwa berat badannya naik, bukan turun. Bahkan baju Lebaran yang sudah dipersiapkan juga menjadi lebih sempit ketika akan dipakai saat bersilaturahmi di Hari Raya.

Sebuah studi tahun 2011 yang diterbitkan dalam Nutrition Journal oleh Balkees Abed Bakhtomah menunjukkan bahwa dari 173 keluarga Arab Saudi yang diwawancarai, 59,5 persen melaporkan kenaikan berat badan setelah Ramadan.

“Saya menemukan itu lebih umum [untuk menambah berat badan], tanpa memandang usia,” kata ahli diet dan ahli gizi dari Kanada, Nazima Qureshi, mengutip CBC Radio. Penyebabnya adalah asupan kalori yang lebih tinggi dari biasanya dan kurangnya aktivitas fisik untuk membakarnya.

Anda adalah apa yang Anda makan

Fenomena seperti ini menjadi pertanyaan banyak kalangan muslim. Bagaimana bisa mengalami peningkatan berat badan ketika mereka telah mengosongkan perut lebih dari 14 jam sehari.

“Apa yang Anda makan di jendela kecil yang tidak berpuasa itulah yang memengaruhi Anda dan menghasilkan kenaikan berat badan daripada jendela puasa yang panjang itu,” kata Qureshi.

Baca juga
Booster, Vaksin COVID-19 Pfizer Miliki Efektivitas 9-10 Bulan

Jadi meskipun waktu berbuka sangat sempit atau diibaratkan sebuah jendela kecil, namun yang Anda makan sangat banyak seperti sebuah pesta. Di setiap rumah tangga Muslim, kita tahu, menjelang puasa tersedia beragam makanan dan minuman. Buka puasa seperti sebuah pesta balas dendam setelah seharian tanpa makan dan minum.

Tak hanya beragam, seringkali pesta berbuka puasa ini juga terhidang makanan yang kurang sehat. Seperti camilan goreng-gorengan, minuman bersoda dengan banyak gula, hingga makanan berat yang mengandung karbohidrat berat.

Parahnya lagi, makan lebih banyak tidak hanya terjadi saat takjil atau makan berbuka puasa. Tetapi berlanjut hingga malam hari atau seusai tarawih bahkan sampai sebelum tidur masih mengunyah beragam makanan dan minuman. Berlanjut lagi dengan makan sahur sebelum adzan subuh yang seringkali juga tak kalah banyaknya.

Hindari makan berlebihan

Untuk menghindari makan berlebih di jendela sempit saat berbuka, ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan. Berikut di antaranya:

1. Hindari makan berlebihan saat buka puasa dan akhiri puasa Anda dengan salad buah dan makanan non-manis.

2. Makan perlahan dan kunyah setiap gigitan sampai akhir, yang akan membuat Anda makan lebih sedikit saat buka puasa.

Baca juga
Siapkan 15 Bus, XL Axiata Berangkatkan Mudik 660 Mitra Penjual

3. Makan hidangan utama satu atau dua jam setelah buka puasa agar tubuh Anda dapat mencerna makanan tanpa membebani perut. Sebaiknya dengan porsi seimbang seperti sayuran, karbohidrat dan protein untuk memenuhi kebutuhan gizi.

4. Gantikan makanan yang digoreng, berminyak, dan berlemak dengan makanan yang dipanggang, buah-buahan segar, salad, kurma, dan segelas susu skim.

5. Gantilah daging merah seperti daging sapi dengan daging putih seperti ayam dan ikan tanpa kulit untuk memasukkan protein sehat ke dalam makanan.

6. Makan lebih banyak buah dan salad jika merasa lapar antara buka puasa dan sahur. Hindari barang berbahan gula seperti soda dan minuman berkafein.

7. Optimalkan asupan cairan Anda dengan minum 6-8 gelas air.

8. Saat sahur, makan makanan sedang dengan telur, bubur gandum, buah-buahan, susu rendah lemak, jus buah, sereal dan salad.

Cukup istirahat dan berolahraga

Beraktivitas atau olahraga ringan sangat membantu tubuh lebih bugar dan bisa mencegah penambahan berat badan. Setelah menyantap hidangan utama saat makan malam, berjalan-jalanlah setidaknya selama setengah jam. Ini akan membantu pencernaan serta membakar kalori ekstra yang ditambahkan dari makanan berbuka puasa dan makan malam.

Baca juga
Jangan Sepelekan Burnout pada Orang Tua

Bagi Anda yang sebelumnya aktif secara fisik sebaiknya tidak menghentikannya ketika berpuasa Ramadan. Dianjurkan untuk melanjutkan latihan tetapi dengan intensitas yang lebih rendah dan waktu yang lebih singkat menjadi satu jam. Anda bisa melakukan olahraga setelah Salat Isya karena pada saat itu tubuh memiliki kalori untuk memberi energi dan kekuatan.

Alasan lain yang cukup berpengaruh terhadap peningkatan berat badan saat puasa adalah siklus tidur yang terganggu. Seringkali waktu tidur menjadi lebih sedikit karena harus bangun tidur saat sahur. Hal ini pada akhirnya memengaruhi pelepasan banyak hormon dan bahan kimia yang mengatur metabolisme karbohidrat dan laju metabolisme.

Dengan Ramadan yang akan segera berakhir, penting untuk memilih makanan sehat dan menjalankan aktivitas untuk menjaga kondisi kesehatan tubuh. Masih ada waktu bagi Anda untuk melakukan banyak hal agar saat lebaran bisa tampil lebih singset, sehingga baju Lebaran tidak lagi terasa kesempitan. [ikh]

Tinggalkan Komentar