Sabtu, 13 Agustus 2022
15 Muharram 1444

Mengenal Afasia, Gangguan Berbicara yang Dialami Bruce Willis

Kamis, 31 Mar 2022 - 00:38 WIB
Penulis : Ibnu Naufal
Afasia - inilah.com
Bruce Willis (Kanan) dan putrinya Rumer Willis (Foto ET news)

Aktor kawakan Bruce Willis dilaporkan menderita kondisi medis Afasia yang mempengaruhi kemampuan kognitifnya sehingga membuatnya harus beristirahat total dari akting, hal tersebut diumumkan pihak keluarganya pada Rabu (30/03/2022).

Dalam sebuah postingan pada akun Instagram terverifikasi putrinya, Rumer memberikan keterangan pada foto aktor “Die Hard” itu berbunyi:

“Kepada para pendukung Bruce yang luar biasa, sebagai sebuah keluarga kami ingin berbagi bahwa Bruce kami yang tercinta  telah mengalami beberapa masalah kesehatan dan telah baru-baru ini didiagnosis menderita afasia, yang memengaruhi kemampuan kognitifnya.” tulisnya.

Apa itu Afasia? 

Seperti dilansir Mayo Clinic, Rabu (30/3/2022), afasia (aphasia) adalah sebuah sindrom pada sistem saraf (neurologis) yang merusak kemampuan bahasa.

Baca juga
Lelang SUN Sepi Peminat karena Investor Asing Kepincut Saham

Memori otak mereka mengalami kecacatan. Orang yang menderita penyakit ini akan mengalami kesulitan dalam mengekspresikan pikiran dan sulit memahami serta menemukan kata-kata saat berkomunikasi.

Tentunya, hal ini akan menimbulkan masalah pada hidup penderitanya apalagi seperti aktor yang harus fasih dalam berdialog.

Sebab, komunikasi adalah salah satu hal penting dalam kehidupan. Biasanya penyakit ini akan terjadi secara tiba-tiba setelah Anda mengalami stroke atau cedera pada kepala.

Penyakit ini juga berkembang secara bertahap dan memungkinkan pengidapnya menjadi bisu. Selain itu, pengidapnya juga mungkin dapat mengidap penyakit demensia.

Para pengidap afasia juga akan mengembangkan masalah pada perilaku. Mereka akan berubah menjadi pribadi yang cemas dan sering marah.

Baca juga
Synchronize Fest di Radio, Bukti Nyata Industri Musik Tidak Mati

Umumnya, penyakit afasia timbul akibat lobus frontal dan temporal yang ada dalam otak, khususnya pada sisi kiri otak, mengalami penyusutan (atrofi). Hal ini akan mempengaruhi pusat bahasa yang ada dalam otak.

Untuk pengobatan penyakit afasia tidak dapat disembuhkan. Obat untuk jenis penyakit ini juga belum ditemukan. Satu-satunya pengobatan untuk penyakit afasia adalah dengan melakukan terapi wicara.

Jenis terapi ini dilakukan untuk memulihkan keterampilan bahasa dari para pengidapnya.

Biasanya, saat melakukan jenis terapi ini, Anda akan dibimbing oleh seorang ahli patologi wicara-bahasa. Namun, pemulihan ini akan menghabiskan waktu yang cukup lama.

Tinggalkan Komentar