Senin, 30 Januari 2023
08 Rajab 1444

Mengenal Gunung Api Mauna Loa yang Meletus di Hawaii

Rabu, 30 Nov 2022 - 12:30 WIB
Gunung Api Meletus
Gunung api terbesar di dunia, Mauna Loa, yang terletak di Hawaii, AS, meletus pada Senin (28/11/2022) waktu setempat. (foto: USA Today)

Mauna Loa merupakan gunung berapi terbesar dunia yang mencangkup lebih dari setengah pulau Hawai. Setelah meletus terakhir pada tahun 1984, gunung api ini kembali meletus pada Minggu,  (27/11/2022).

Melansir dari layanan Geologi Amerika Serikat (USGS), gunung api ini mulai meletus sekitar pukul 23.30 waktu setempat di Kaldera, Moku’aweoweo. Selain itu Hawaian Volcano Observatory (HVO), gunung api Mauna Loa sudah menunjukan peringatan aktivitas seismik sejak September.

“Hawaian Volcano Observatory (HVO) USGS telah meningkatkan tingkat peringatan untuk aktivitas vulkanis di Mauna Loa dari siaga menjadi awas dengan dimulainya letusan. Gunung berapi tersebut telah menunjukan peningkatan aktivitas sismik sejak September,” tuis dalam keterangannya.

Baca juga
Waduh, Rumah Rp 1 Triliun Jeff Bezos Terancam Tenggelam

HVO juga meningkatkan tingkat ancaman penerbangan dari kuning menjadi merah untuk mencerminkan keberadaan gas di udara, partikel abu, dan kemungkinan serat kaca vulkanik Pele’s Hair. Pele’s Hair merupakan sebutan untuk butiran halus yang membeku dengan cepat di udara.

“Berdasarkan peristiwa masa lalu, tahap awal letusan zona keretakan Mauna Loa bisa sangat dinamis, dan lokasi serta aliran lava dapat berubah dengan cepat,” tulisnya.

Sampai saat ini belum ada perintah untuk evakuasi. Namun, Badan Manajemen Darurat Hawai (HI-EMA) telah mengaktifkan pusat operasi daruratnya untuk meningkatkan pemantauan situasi yang berkembang.

Salah satu gunung api terbesar dari lima gunung di pulau Hawai, Mauna loa sudah erupsi 33 kali sejak 1843 dengan terakhir kali erupsi pada 1984. Ketika itu, selama 22 hari terus memproduksi lava yang mencapai sekitar 7 kilometer ke Hilo. Mauna Loa memiliki ketinggian 13.679 kaki atau 4.169 meter di atas permukaan laut dan luas lebih dari 2.000 mill persegi atau 5.179 km persegi.

Baca juga
Apakah Gempa Bumi Bisa Diprediksi Sebelumnya?

Sementara itu, mengutip dari CNN Scott Rowland, ahli geologi University of Hawaii di Manoa, mengucapkan tidak ada pola khusus yang tertangkap saat letusan akan terjadi.

“Hanya karena yang terakhir berada di zona keretakan timur laut tidak berarti yang berikutnya akan berada di zona keretakan barat daya,” ungkapnya.

 

 

Tinggalkan Komentar