Senin, 30 Januari 2023
08 Rajab 1444

Mengenal IoMT, Teknologi Kesehatan untuk Diabetes

Rabu, 30 Nov 2022 - 22:42 WIB
Bring Internet Of Medical Things Iomt Devices To Life With Qualcomm Qcs8250 And Qrb5165 Blog Fetaured Image Scaled - inilah.com
Iinternet of Things (IoT) dalam industri kesehatan.

Kemajuan teknologi digital, kini tidak hanya menguntungkan para pelaku usaha UMKM, tapi juga menguntungkan industri kesehatan yang saat ini mengalami peningkatan pesat di bidang teknologi.

Selain untuk mempermudah tindakan operasi, kemajuan teknologi juga bermanfaat untuk mengontrol kondisi kesehatan pasien. Transformasi digital ini mampu menjawab berbagai kebutuhan pasien yang memiliki berbagai penyakit serius dan umumnya diderita dalam jangka waktu yang panjang, seperti Diabetes Mellitus. 

Diabetes ialah penyakit yang paling sering ditemukan di Indonesia. Penyakit ini menjadi salah satu penyebab kematian terbesar ketiga di Indonesia, setelah serangan jantung, dan kanker.

Dalam upaya penyembuhan, para penyandang diabetes kini bisa mengontrol kondisi tubuh mereka secara intens dengan teknologi digital yang disediakan oleh fasilitas kesehatan.

Asosiasi HealthTech Indonesia (AHI) memperkenalkan teknologi kesehatan terbarunya untuk diabetes, yaitu Internet of Medical Things (IoMT).

Baca juga
HSBC: Indonesia dan Afrika Selatan Saat Ini Paling Diminati Investor

IoMT adalah jaringan perangkat medis yang terhubung ke internet, infrastruktur perangkat keras, dan aplikasi perangkat lunak untuk menghubungkan teknologi informasi perawatan kesehatan.

Penanganan dan pencegahan penyakit kronis seperti diabetes mellitus merupakan salah satu upaya penting. Dengan teknologi kesehatan, upaya tele-kesehatan mulai dari promotif dengan tele-edukasi, preventif primer maupun sekunder sampai tele-monitoring dapat dilakukan.

“Kesehatan Digital hadir bukan sekedar menggantikan tatap muka sesaat, melainkan pemantauan kesehatan yang terus menerus dilakukan dengan menggunakan wearables sebagai alat terhubung atau Internet of Things (IoT) dengan dukungan kerjasama segenap tenaga kesehatan mulai dari perawat, dokter, dan edukator,” ujar Gregorius, sketua AHI saat bertemu awak media di Jakarta pada (30/11/2022).

Baca juga
Kemenkes Ungkap Belum Ada Rencana Vaksin Dosis Keempat

Cara Kerja IoMT

Teknologi ini menghubungkan beberapa perangkat kesehatan medis yang telah memiliki sensor, seperti timbangan berat badan, tekanan darah, pengukur suhu tubuh, pengecekan kadar gula, dan perangkat lainnya yang terkoneksi melalui smart watch atau handphone dan dapat dimonitoring langsung oleh dokter secara online.

Alat ini mampu memantau penggunaan glukosa yang dikonsumsi oleh penyandang diabetes secara kontinyu melalui sistem pemantauan diabetes yang telah diatur.

Perangkat saling terhubung yang digunakan pasien, nantinya akan mendeteksi rutinitas dan gaya hidupnya. Hasilnya kemudian akan muncul diaplikasi yang terkoneksi dengan perangkat tersebut. Di sana akan muncul berbagai informasi kesehatan pasien dan apa saja yang dibutuhkan, misalnya perbanyak konsumsi buah.

Baca juga
Indonesia Siap Bersaing dengan Qatar untuk Tuan Rumah Olimpiade 2036

Teknologi ini dirancang menggunakan riset model Artificial Intellegent (AI) untuk mendeteksi hipoglikemia, berdasarkan data dari sensor smart watch yang dikumpulkan dalam studi proof-of-concept.

Studi ini menunjukkan korelasi antara kadar glukosa darah dan tindakan fisiologis, seperti variabilitas detak jantung pasien. Manajemen glukosa darah yang ketat sangat penting bagi individu dengan diabetes untuk mencegah keadaan glukosa darah yang terlalu rendah (hipoglikemia).

Tinggalkan Komentar