Minggu, 29 Januari 2023
07 Rajab 1444

Mengenal Quantum Akhyar Institute, Pusat Bimbingan Islam yang Didirikan UAH

Kamis, 01 Des 2022 - 05:46 WIB
Penulis : Harris Muda
Editor : Ibnu Naufal
investasi menghafal alquran
Ustaz Adi Hidayat (UAH) saat menyampaikan kajian. (Foto: Quantum Akhyar Institute)

Yayasan bernama Quantum Akhyar Institute (QAI) hadir sebagai pusat bimbingan dan kajian Islam. QAI ini dibina oleh Ustaz Adi Hidayat (UAH) dan berupaya menawarkan bimbingan keislaman yang damai dan mencerahkan dalam lini kehidupan umat, serta berusaha menyajikan konsep Islam terbaik dengan cara yang lebih mudah, cepat dan solutif.

Lahir pada 2 Agustus 2013, yayasan QAI bermukim di Perumahan Pondok Timur Mas, Jl. Pondok Merah MAS, Blok D1/9, Jaka Setia, Kec. Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Pada prinsipnya, kegiatan QAI berpusat pada penyelenggaraan Pendidikan Formal dan Pendidikan Non-Formal, serta pemberian santunan serta dukungan sosial-keagamaan dalam berbagai aspek kehidupan.

“Jadi metode pembelajaran inklusif dalam artian tidak mengotak-kotakan atau tidak mencerai-beraikan jadi justru menyatukan. Nah, konsep Islamnya ini disajikan dengan cepat mudah dan solutif,” kata Sekretaris Yayasan QAI, Cendekia Kartono kepada Inilah.com baru baru ini.

Pembelajaran formal yang saat ini tersaji di QAI terdiri atas Akhyar International Islamic School (AIIS) yang bermula dari jenjang kelompok bermain, Taman Kanak-kanak (TK) hingga sekolah dasar.

Baca juga
Sentil Jokowi, Surya Paloh: Dukungan ke Anies Kapan?

“Saat ini kami sedang membangun pesantren masih bertahap untuk kelanjutan para santri pada jenjang yang setara tingkat SMP dan SMA,” katanya.

Kurikulum

Kurikulum AIIS berdasar pada nilai keislaman (sesuai kurikulum Alqur’an dan Hadits) yang dipadukan dengan standar pendidikan nasional. Memadukan tiga poros, yaitu poros Masjid, poros Rumah, dan poros Sekolah.

Kemudian pendidikan formal berikutnya adalah Program Pendidikan Kader Ulama (PKU). Strata pendidikan ini setara dengan tingkat Sarjana, Magister, dan Doktor.

Ezgif.com Gif Maker - inilah.com
UAH saat memberikan pengajaran di Quantum Akhyar Institute (Foto: QAI)

“Ini peserta itu akan melalui dua tahapan pertama tinggal bersama dengan pendidik yayasan kami dengan UAH. Abis itu dapat beasiswa ke negara-negara pilihan. Jadi dibiayai untuk kuliahnya,” jelasnya.

Berikutnya ikut tersedia Program pendidikan non-formal dengan dua pola pendidikan yang tersedia. Diantaranya ada At-Taisir Learning Center (ALC) kemudian Mahad Islam Rafiah Akhyar Institute (MIRA Institute).

Tupoksi dari program ALC yakni membentuk penghafal Alquran dari semua kalangan. Semua pihak dapat belajar dengan akses virtual yang dihadirkan oleh pihak QAI.

Baca juga
PPKM Level 3 Jabodetabek, 10 Kawasan Jakarta Ditutup Mulai Pukul 00.00 WIB

Kurang lebih ada 3 kegiatan dalam program ALC, Pertama, Karantina Penghafal Alqur’an 30 hari 30 Juz, kemudian Sekolah Terbuka Usahakan Alqur’an Hafal (STUAH), selanjutnya Masyarakat Cinta Negara Usahakan Alqur’an Hafal (MACAN UAH).

“Kami juga ada konsepsi dua pendidkan non formal yang satu fokus pada pendidikan membaca dan menghafal quran,” sambung Cendekia.

Pesantren virtual

Sementara itu, Mira Institute hadir sebagai pesantren virtual pertama yang menampilkan ajaran Islam dengan konsep pembelajaran terbaik.

Mira - inilah.com
Mira Institute (Foto: QAI)

Terdapat pembahasan ilmu keagamaan secara runut dan rinci, serta pembahasan tematis sesuai profesi.

“Ini merupakan bagian memahami dan menerapkan dengan total peserta saat ini kurang lebih 15 ribu. Itu mudahnya ada dua jalur, sayu konvensi dan satu jalur dasar,” tegasnya.

Program ini sejatinya menyasar pada 5 profesi, baik Ibu Rumah Tangga, Pelajar dan Mahasiswa, Guru dan Pengajar, Karyawan dan Pengusaha serta Tenaga Kesehatan / Medis.

Program sosial

Selain bidang pendidikan, QAI juga hadir sebagai yayasan yang ikut peduli terhadap kemanusian. Hal ini tercermin pada program santunan serta dukungan sosial-keagamaan.

Baca juga
Foto: Suasana Prarekonstruksi Kasus Kematian Brigadir J di Rumah Dinas Irjen Ferdy Sambo
P1211315 - inilah.com
Ustadz Adi Hidayat langsung menyalurkan tenda berukuran besar sebanyak 50 buah ke lokasi bencana di Cugenang, Kabupaten Cianjur. (Foto: QAI)

“Belum lama ini kami juga ikut membantu korban bencana gempa di Cianjur termasuk dari sisi logistik, tenda dan sebagainya. Pembangunan jembatan penyebrangan antar desa di pedalaman Cianjur cuma memang kami jarang mempublish kegiatan tersebut,” pungkas Cendekia.

Pada prinsipnya program santunan ini sudah banyak ikut membantu masyarakat yang membutuhkan. Seperti Bantuan sosial (bansos) bagi korban gempa lombok 2018, program renovasi rumah, pendistribusian alat kesehatan, sembako dan penguat imun (PH7) pada masa pandemi COVID-19 hingga pembangunan sarana ibadah di dalam dan luar negeri.

Tinggalkan Komentar