Mengenal Varian COVID-19 AY.4.2, Penyebab Lonjakan Kasus di Inggris

Mengenal Varian COVID-19 AY.4.2, Penyebab Lonjakan Kasus di Inggris  - inilah.com
istimewa

Prof. Tjandra Yoga Aditama selaku Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menjelaskan varian AY.4.2 adalah semacam turunan dari varian Delta.

Awalnya pada akhir 2020 dan awal 2021 masyarakat mengenal varian COVID-19 yaitu B.1.617. Lalu ada B.1.617.1 yang pernah diberi nama varian Kappa, B.1.671.2 dikenal luas sebagai varian Delta dan B.1.617.3.

Dari varian Delta B.1.671.2 kemudian ada berbagai turunannya lagi, antara lain 75 jenis varian Delta yang tergolong AY, dan diantaranya yang paling banyak dibahas adalah AY.4.

Data di Inggris menunjukkan bahwa AY.4 sudah merupakan sekitar 63 persen dari kasus baru negara itu, dalam sebulan terakhir.

Baca juga  Cahyo, Pahlawan Pandemi Penggagas Fotografer Jalanan Bangkit dari Keterpurukan

“Sementara itu, AY.4.2. juga terus meningkat angkanya di Inggris, pada data 4 sampai 11 Oktober 2021 ada 8,5 persen kasus barunya adalah AY.4.2, lalu naik menjadi 10,3 persen pada data 11 sampai 18 Oktober 2021 dan bahkan naik lagi menjadi 11,3 persen pada data mingguan 18 sampai 25 Oktober 2021. Varian AY.4.2. disebutkan mengandung mutasi pada A222V dan juga Y145H,” papar Tjandra Yoga mantan Direktur WHO Asia Tenggara kepada inilah.com, Jakarta, Rabu, (03/11/2021).

Data dari GISAID yang mengkompilasi genom berbagai jenis virus Delta menunjukkan sudah ada 26.000 genom AY.4.2. yang dilaporkan. Varian ini sudah dilaporkan dari 42 negara.

Baca juga  Pasca Keluar Brexit, Inggris Gencar Bangun Hubungan dengan Kawasan

“Kita tahu kalau ada varian baru virus SARS CoV2 (COVID-19) maka selalu dibicarakan kemungkinan lima dampaknya, yaitu pada penularan, beratnya penyakit, kemungkinan infeksi ulang, dampak pada diagnosis dan dampak pada vaksin,” tambah mantan kepala  Balitbangkes Kementerian Kesehatan itu.

Varian virus tersebut data-datanya masih sangat awal dan bukti ilmiahnya masih terus dikumpulkan.

“Dari lima kemungkinan dampak maka baru ada informasi tentang penularan, yaitu bahwa AY.4.2. nampaknya sekitar 10 persen sampai 15 persen lebih menular,” ujarnya. 

Tinggalkan Komentar