Selasa, 17 Mei 2022
16 Syawal 1443

Menhub Imbau Masyarakat Mudik Lebih Awal untuk Hindari Kemacetan

Menhub Imbau Masyarakat Mudik Lebih Awal untuk Hindari Kemacetan
Menhub Budi Karya Sumadi/ Foto: Antara

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyarankan kepada masyarakat untuk melakukan mudik lebih awal guna menghindari risiko kemacetan lalu lintas. Imbauan mudik lebih awal ini pemerintah sarankan karena ASN dan karyawan sudah boleh mengambil cuti.

“Memang kita menyarankan bahwa saudara-saudara kita kalau bisa mudiknya lebih awal. Mulai tanggal 25 atau 26 April,” kata Budi Karya usai memimpin rapat koordinasi di Gerbang Tol Cikampek Utama, Jawa Barat, Jumat (15/4/2022).

Menhub menyampaikan pemerintah telah menetapkan bahwa aparatur sipil negara (ASN) dan karyawan swasta boleh mengambil cuti tahunan sebelum atau sesudah periode libur dan cuti bersama Lebaran 2022.

Baca juga
Lebaran Masih Lama, Tiket KA Daop 6 Yogyakarta Terjual 25 Persen

Adapun berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri, telah menetapkan tanggal cuti bersama yaitu tanggal 29 April, 4, 5, dan 6 Mei 2022.

“Kita tahu saudara-saudara kita sudah dua tahun tidak mudik, dan mereka sangat merindukan itu. Maka dari itu kita berikan pelayanan,” ujarnya.

Antisipasi Masyarakat Mudik Lebih Awal, Polri Siapkan Rekayasa Jalur

Dia mengungkapkan Kemenhub bersama pemangku kepentingan seperti Korlantas Polri dan Jasa Marga terus meningkatkan koordinasi dan melakukan simulasi penanganan lalu lintas, khususnya di jalan tol. Rekayasa lalu lintas yang disiapkan yaitu contra flow, one way, hingga ganjil genap.

“Kita mencarikan jalan yang paling baik agar mudiknya aman, nyaman, dan sehat itu berjalan dengan baik,” katanya.

Baca juga
Dapat 'Bisikan' dari KLHK, Bahlil Cabut 15 Izin Konsesi Kawasan Hutan

Sementara itu, Kepala Korlantas Polri Irjen Pol Firman Santyabudi menyatakan siap berkoordinasi dan terus memonitor kondisi lalu lintas jelang masa mudik Lebaran.

“Petugas di lapangan akan terus membuka diri mengikuti dan menerima arahan. Terus terang saja ini sifatnya dinamis sesuai kondisi di lapangan,” katanya.

Firman menyampaikan Polri menggunakan data-data terkini di lapangan terkait kondisi lalu lintas dan volume kendaraan. Hal ini dilakukan untuk menghindari kerugian yang mungkin timbul akibat kesalahan dalam mengambil kebijakan.

“Supaya petugas di lapangan juga bisa dengan tepat menentukan cara bertindaknya, baik dari tempat maupun waktu. Kami akan terus berkoordinasi,” ujarnya.

Baca juga
Foto: KAI Siapkan 284 Kereta Penumpang untuk Mudik Lebaran 2022

 

Tinggalkan Komentar