Rabu, 10 Agustus 2022
12 Muharram 1444

Menilik Kembali Badai Sitokin yang Membuat Deddy Corbuzier Hampir Meninggal

Senin, 23 Agu 2021 - 10:58 WIB
Menilik Kembali Badai Sitokin yang Membuat Deddy Corbuzier Hampir Meninggal - inilah.com
Foto: Istimewa


Apa itu badai sitokin? Bagaimana kondisi seseorang ketika terkena badai sitokin?

Jawaban:

Badai sitokin kembali ramai menjadi perbincangan publik karena selebriti Deddy Corbuizer mengaku mengalami hal tersebut usai berjuang melawan covid-19 selama dua minggu.

Lantas apa itu badai sitokin?

“Badai sitokin terjadi pada penderita covid-19 hingga saat ini dianggap sebagai salah satu faktor yang memperburuk kondisi pasien covid-19,” kata dr. Vivi Putri Lesmana, Sp.PD, Jakarta, Senin, (23/08/2021). 

Badai Sitokin merupakan komplikasi yang bisa dialami penderita covid-19. Kondisi ini sebaiknya harus diwaspadai oleh para pasien covid-19 dan harus segera mungkin ditangani secara intensif.

Baca juga
Geliat Generasi Muda Bergerak Beri Solusi di Tengah Pandemi

Jika dibiarkan, badai sitokin bisa menyebabkan kegagalan fungsi organ hingga menyebabkan kematian.

Menurut dr. RA. Adaninggar, SpPD selaku tim medis dari @pandemictalks juga menjelaskan badai sitokin pada covid-19 adalah suatu reaksi sistem imun yang berlebihan dan tidak terkontrol terhadap virus.

“Reaksi sistem imun yang berlebihan ini tidak hanya akan membunuh virus namun juga bisa menimbulkan keradangan yang menyebabkan kerusakan organ tubuh inang,” ungkap dokter yang biasa disapa Ning itu.

Perlu diketahui, dampak dari virus corona pada setiap orang bisa berbeda-beda, dan terkadang perjalanan penyakitnya tidak dapat diprediksi.

Ada orang yang tidak menunjukkan gejala sama sekali, ada juga yang hanya menunjukkan gejala ringan, tetapi tidak sedikit juga orang yang langsung sakit para setelah terinfeksi covid-19.

Baca juga
42 Kasus COVID-19 Omicron Dikonfirmasi di 10 Negara Uni Eropa

Seorang yang mengalami gejala ringan pada awal masa terinfeksi, bisa jadi nantinya akan menjadi berat atau kritis.

Banyak kasus yang terjadi, ketika sudah tes usap pcr negatif, namun keradangan pada tubuh masih berlangsung. Karena itu, sering sudah dianggap sembuh padahal belum sembuh.

Keradangan ini masih terjadi dan berakibat kerusakan pada banyak organ hingga mengalami kematian mendadak akibat pembekuan darah.

Lantas apa saja gejala dari badai sitokin yang dialami penderita covid-19?

Selain demam, dan sesak napas, muncul kedinginan atau menggigil, kelelahan, pembengkakan di tungkai, mual dan muntah, nyeri otot dan persendian, sakit kepala, ruam pada kulit, batuk, napas cepat, kejang, sulit mengendalikan gerakan, kerap kebingungan dan halusinasi, mengalami tekanan darah rendah, serta penggumpalah darah.

Tinggalkan Komentar