Menilik Kemungkinan Lonjakan Kasus Covid-19 di PON XX

Menilik Kemungkinan Lonjakan Kasus Covid-19 di PON XX - inilah.com
istimewa

Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua akan berlangsung pada 2 hingga 15 Oktober 2021. Pada pesta olahraga ini, setidaknya ada sekitar 52.000 orang yang terlibat.

Mereka yang terlibat terdiri dari atlet, official, wasit, panitia pelaksana, technical delegate, serta relawan.

Lantas, bagaimana potensi penularan covid-19?

Dicky Budiman, Epidemiolog Griffith Universtiy menjelaskan, relawan yang pulang-pergi dari rumah ke lokasi PON XX akan sangat berisiko.

Menurut Dicky, mereka berpotensi membawa atau menyebarkan virus kepada atlet maupun keluarga di rumah, mengutip dari akun instagram @pandemictalks, Jakarta, Kamis, (16/09/2021).

Jika panitia tetap menggunakan konsep relawan pulang-pergi, hal ini berpotensi menjadi bom waktu ledakan kasus covid-19 ke depannya.

Baca juga  Anak yang Tidak Disunat Berisiko Terinfeksi Saluran Kemih

Terdapat masukan dari Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Papua, Donald Aronggear, tentang upaya mengurangi penyebaran virus covid-19.

Adanya sebuah evaluasi kondisi di lapangan setiap hari adalah hal yang sangat penting.

Dia berharap, jangan sampai terjadi lonjakan kasus seperti pada Juli lalu.

Ketersediaan fasilitas kesehatan (faskes) di Papua juga menjadi sorotan. Hal ini penting karena PON melibatkan ribuan orang.

Ada sekitar 16 rumah sakit di Papua dan satu kapal motor KM Tidar sebagai lokasi isolasi terpusat covid-19.

Kemudian, dokter spesialis paru di Papua sangat terbatas. Tercatat ada 5 orang dokter.

Untuk kebutuhan PON XX, Dinas Kesehatan (Dinkes) Papua sudah menyiapkan tambahan tenaga kesehatan dari kabupaten lain yang tidak menyelenggarakan PON XX.

Baca juga  Seleksi Kartu Prakerja Gelombang 19 Sudah Diumumkan, Apa Langkah Selanjutnya?

Dalam hal ini, Kemenkes juga sudah memberikan bantuan berupa 29 unit oksigen konsentrator, oksigen generator, lima mobil PCR, dan 15 unit ambulans.

Sementara itu, capaian vaksinasi di Papua masih rendah. Hingga kini, capian vaksinasi dosis kedua masih 12,63 persen, masih ada 87,37 persen yang belum terpenuhi.

Untuk empat kota/Kabupaten tempat pelaksanaan PON XX, menunjukkan progres percepatan vaksin dosis pertama. Empat daerah tersebut antara lain, Merauke 60.01 persen, Kota Jayapura 55,94 persen, Mimika 54,36 persen, dan Jayapura 51,23 persen.  

Tinggalkan Komentar