Menilik Lonjakan Kasus Covid-19 di Singapura dan Australia

Menilik Lonjakan Kasus Covid-19 di Singapura dan Australia - inilah.com
istimewa

Singapura dan Australia adalah dua negara yang paling dekat dengan Indonesia. Kini, dua negara tersebut sedang mengalami lonjakan kasus Covid-19.

Padahal sebelumnya, dua negara itu berhasil mengatasi covid-19 hingga menekan jumlah kasus menjadi sangat kecil. Menurut Prof. Tjandra Yoga Aditama Guru Besar FK UI, Singapura pada 10 Juli 2021 memiliki kasus baru hanya 6 orang, dengan rata-rata 7 hari 11 orang.

Pada 23 September 2021 kasus baru kembali naik menjadi 1504 orang. Angka tersebut terbilang tertinggi pada negara itu sejak awal pandemi.

“Capaian 82 persen warga Singapura sudah mendapat vaksinasi covid-19 secara lengkap, dua kali suntikan,” kata Yoga kepada INILAHCOM, Sabtu, (25/09/2021).

Baca juga  Cara Daftar dan Cek Lokasi Bengkel Uji Emisi Via Aplikasi

Masih menurutnya, karena kenaikan kasus ini terjadi sesudah beberapa pelonggaran maka nampaknya pemerintah setempat akan mulai mempertimbangkan bagaimana bentuk pelonggaran selanjutnya.

“Memang dengan penurunan kasus (di negara manapun) maka pelonggaran memang dapat  dilakukan, tapi dengan 4 syarat, 1. bertahap, 2. berhati-hati, 3. dipantau ketat dengan test memadai (termasuk whole genome sequencing untuk mendeteksi varian baru), dan 4) kalau ada peningkatan maka bentuk pelonggaran perlu ditinjau kembali,” tambahnya.

Kasus juga Melonjak di Australia

Australia, kasus baru 11 Juni 2021 hanya 3 orang saja, dengan rata-rata 7 hari 11 orang. Pada 11 September 2021 kasus baru naik tinggi menjadi 2032 orang, lalu turun sedikit menjadi 1.609 orang pada 21 September 2021. Pada 22 September maka 39,5 persen warga Australia sudah divaksinasi lengkap, dua kali suntikan.

Baca juga  Ada Apa dengan Aceh yang Masih Menjadi Zona Merah Covid-19?

“Angka 39,5 persen sudah nyaris 40 persen, sementara target WHO adalah setiap negara dapat memvaksinasi setidaknya 40 persen penduduknya pada akhir tahun ini, yang sudah akan dicapai Australia dalam beberapa hari ini,” ungkap mantan Direktur WHO Asia Tenggara itu.

Bagaimana dengan India?
 
Sedikit tambahan, India juga sudah mampu menekan kasus barunya, dari yang tertinggi 414. 188 pada 6 Mei 2021 menjadi 31.923 orang pada 22 September 2021.

“Tetapi, walau kasus sudah turun amat tajam, India tetap mempertahankan jumlah tes yang dilakukan. Pada 22 September 2021 India melakukan 1.527.443 test, dan karena penduduk kita seperempat India maka target 400.000 test sehari di negara kita nampaknya layak untuk dicapai,” tegas Tjandra.

Baca juga  Terapi Sinar Laser Hilangkan Tatto dan Jerawat

Tinggalkan Komentar