Menimbang Halal-Haram Penggunaan Robot Trading Forex

Menimbang Halal-Haram Penggunaan Robot Trading Forex - inilah.com
(ist)

Robot trading forex kini sedang menjadi perbincangan banyak pihak. Pasalnya, robot tersebut dapat membantu investor dalam bertransaksi jual beli mata uang asing.

Lantas, bagaimana hukum syariat dari robot trading forex?

Menurut Ustaz Muhammad Syamsudin Peneliti Bidang Ekonomi Syariah dari Aswaja NU Center PWNU Jatim mengungkapkan, pada dasarnya setiap praktik transaksi muamalah hukum asalnya adalah boleh asalkan mekanismenya bisa diterima oleh akal sehat serta memenuhi kaidah tuntunan syariat.  hal ini didasari oleh hukum muamalah.

????? ?? ???? ????????? ?????? ?????? ??? ?? ????? ???? ???? ?????? ?? ???????? ???? ??????? ??? ???? ??????? ???????

?Artinya, “Hukum asal akad muamalah adalah bisanya akad tersebut diterima maknanya oleh akal sehat, kecuali bila syariat telah menetapkan ragam batasannya sebagai yang bersifat ta’abbudi (tunduk dengan ketentuan syariat), sehingga wajib ikut secara total tanpa boleh berlaku melampaui batas yang telah ditetapkan.” (Abul Mudlaffar as-Sam’ani, Qawâthi’ul Adillat fil Ushûl, juz II, halaman 152).

Baca juga  Atasi Krisis Tenaga Kerja, Nissan Luncurkan Pabrik dengan Robot Canggih

Adapun batas-batas dibolehkannya transaksi adalah apabila di dalam akad tersebut tidak ditemui beberapa praktek berikut:

1. gharar, yaitu penipuan akibat tidak mengenal harga dan barang yang ditransaksikan;
2. ghabn, yaitu kecurangan  atau menyembunyikan cacat, termasuk biaya tak diduga—termasuk pula menyembunyikan akad yang sebenarnya berlaku dengan menggunakan istilah-istilah yang tidak dipahami oleh konsumen—;
3. ghisy (pengelabuan) dan tadlîs (pemalsuan);
4. riba (memakan harta orang lain secara batil);
5. jahalah, yaitu tidak mengenal pola transaksi dan akadnya, dan
6. maisir, yaitu judi atau spekulasi.

Akad Salam dalam Trading
Trading merupakan akad niaga yang dilakukan di pasar berjangka (future market). Karena itu meniscayakan berlakunya praktik akad salam (order). Akad salam merupakan akad yang dibolehkan oleh syariat karena alasan dlarûrah li masisil hâjah (terdesak kebutuhan).

??? ????? ??? ???? ??? ?????? ??? ??? ???? ??? ???

Baca juga  Permendikbud 6/2021 Buat Sekolah Kecil Swasta Semakin Tertekan

Artinya, “Salam merupakan akad yang menyimpan ketidakpastian. Akad ini dibolehkan karena alasan hajat. Karenanya akad salam tidak menerima bentuk ketidakpastian lainnya.” (Zakaria al-Anshari, Asnal Mathâlib Syarhu Raudluth Thâlib, juz II, halaman 122).

Dengan demikian, untuk memakai akad ini, maka pertanyaan yang seyogyanya dihadirkan dalam benak penanya adalah sejauh manakah anda terdesak dan butuh (hajat) melakukan akad salam lewat trading tersebut? Apakah anda merupakan seseorang yang harus berniaga lintas negara, sehingga butuh keberadaan mata uang asing yang hanya bisa anda dapatkan lewat aksi trading? Jika tidak, dan hanya sebatas alasan untuk mengisi kekosongan waktu atau penyaluran hobi, maka anda belum masuk sebagai pihak yang mengalami dlarûrah li masisil hâjah sebagaimana yang dimaksud oleh syariat.

Tidak dibolehkannya pihak yang tidak punya hajat mendesak ini adalah sebab aktifitas trading yang dilakukan bukan dikarenakan ia hendak berinvestasi, melainkan berlaku sebagai pihak yang mengais rezeki dengan jalan melakukan praktik maisir (untung-untungan) dalam niaga.

Baca juga  Serius Mau Cerai? Simak Dulu Syarat dan Ketentuannya

Robot Autopilot (Expert Advisory), seperti Metatrader 4 dan 5, merupakan wasilah untuk berkomunikasi antara seorang trader dengan seorang admin yang bertindak selaku wakil trader di Exchange Stock Market (Pasar Bursa).

Sebagai wasilah, maka pihak yang berlaku selaku muta’aqidain atau dua pihak yang bertransaksi adalah trader dan wakilnya (admin robot autopilot) dan bukan antara trader dengan mesin.

Syarat sah terjadinya akad perwakilan adalah apabila pengangkatan wakil tersebut dilakukan oleh pihak yang memenuhi kriteria aqil dan baligh. Perluasan dari makna aqil, adalah kecakapan pribadi trader (ahliyatut taukil) tersebut wajib sadar dengan bahasa informasi yang digunakannya, sehingga masuk akal. Apabila pihak yang mengangkat wakil tidak sadar dengan bahasa yang digunakannya, maka pada hakikatnya hal itu bukanlah informasi, melainkan asal bicara.

Tinggalkan Komentar