Minggu, 14 Agustus 2022
16 Muharram 1444

Meningkatkan Kualitas SDM Farmasi Indonesia

Rabu, 12 Jan 2022 - 14:24 WIB
Penulis : Ibnu Naufal
Farmasi - inilah.com

Daewoong Pharmaceutical menyelenggarakan Global DDS Training Program angkatan kedua, dengan menyeleksi mahasiswa S2/S3 Indonesia terbaik di bidang farmasi. Pada 3 Januari 2022, Daewoong Pharmaceutical bersama dengan 10 mahasiswa S2/S3 dari Universitas Indonesia (UI) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) secara resmi memulai Global DDS Training Program, yang bertujuan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) farmasi Indonesia.

Sebelumnya, sesuai peraturan pemerintah terkait pencegahan penyebaran virus Corona, seluruh mahasiswa telah melalui proses karantina mandiri selama 10 hari setelah tiba di Korea Selatan, Desember 2021. Melalui program ini, para mahasiswa dari Indonesia dapat belajar dan menerapkan teknik praktikum di bidang drug delivery system (DDS) dengan teknologi terkini dan standar tinggi Korea Selatan secara langsung.

Di sisi lain mahasiswa yang mengikuti program ini akan mendapatkan delapan kredit SKS yang diakui oleh masing-masing kampus di Indonesia. Selain itu, Daewoong Pharmaceutical melalui kesempatan ini, dapat ikut berkontribusi dalam mendukung kemajuan industri dengan meningkatkan kompetensi utama di industri farmasi global melalui kerja sama dengan talenta terbaik Indonesia.

Baca juga
Empat Pilar Kebangsaan Penting untuk Bentuk SDM yang Maju

UI adalah universitas paling bergengsi di Indonesia yang berada di peringkat pertama dalam berbagai indikator, sedangkan ITB adalah universitas bersejarah dan terdepan di Indonesia terutama dalam bidang penelitian dan pengembangan teknologi.

Sebanyak 10 mahasiswa S2/S3 Indonesia akan terbagi menjadi bidang biologi dan kimia dalam menjalani proses pelatihan di Pusat Litbang Farmasi Daewoong di Yongin hingga April 2022 dan akan masuk dalam proses pengembangan teknologi formulasi obat skala industri untuk mendapatkan pengalaman secara langsung.

Selama masa praktik, para mahasiswa akan mendapat mentoring langsung dari peneliti Daewoong Pharmaceutical dan diberikan berbagai kesempatan menerima pelatihan dari profesional, seperti kuliah khusus oleh para ahli terbaik Korea Selatan dalam teknologi farmasi canggih dan pengembangan obat setiap bulan, serta praktik terkait good manufacturing process (GMP) di pabrik-pabrik farmasi.

Baca juga
Presiden Jokowi Bakal Temui Ribuan Alumni Kartu Prakerja di Sentul, Ada Apa?

Selain itu, setelah program ini berakhir, mahasiswa yang mendapat evaluasi terbaik akan diberikan kesempatan penelitian lanjutan dan dihubungkan pada program ketenagakerjaan di sekolah pascasarjana dalam negeri dan lembaga penelitian.

Tim Daewoong Pharmaceutical juga memperhatikan adanya perbedaan budaya antara Indonesia dan Korea, antara lain karakteristik agama di Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Untuk memudahkan mahasiswa muslim dalam memilih makanan, maka menu makanan kantin yang mengandung bahan babi selama program akan diberi tanda khusus dan selama bulan Ramadhan, waktu makan untuk siswa muslim akan disesuaikan, serta selama praktek berlangsung pun mahasiswa diberikan waktu sholat.

Steven, salah seorang mahasiswa apoteker UI yang berpartisipasi dalam program ini berterima kasih atas dukungan dan sambutan yang hangat dari Daewoong Pharmaceutical.

Baca juga
Mahasiswa Ditantang Ide Membangun Kesadaran Disabilitas Perkembangan

“Saya sangat senang telah terpilih, dan saya merasa terhormat dapat mempelajari praktik pengembangan obat di dalam perusahaan farmasi global ternama seperti Daewoong,” kata dia, dalam keterangan resmi, Selasa (11/1/2022).

Kim Kwan-young, kepala pusat pengembangan produk baru sekaligus litbang Daewoong Pharmaceutical, senang dapat bekerja sama dengan para ahli generasi berikutnya yang akan memimpin industri farmasi dan bio Indonesia. “Kami juga akan terus melakukan kegiatan semacam ini untuk mengembangkan produk obat baru yang berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup manusia bersama dengan talenta global,” kata dia.

Tinggalkan Komentar