Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Pandemi

Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Pandemi - inilah.com

Pakar menjelaskan dampak pandemi bagi masyarakat yang mengalami kecemasan hingga tekanan mental akibat terisolasi atau yang masih berjuang dalam badai Covid-19. Bahkan masalah kesehatan mental di Indonesia pun meningkat sekitar 9 persen.

Dosen bidang Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental Fakultas Psikologi Unair, Atika Dian Ariana SPsi MSc mengatakan di Hari Kesehatan Mental Sedunia, urgensi menjaga kesehatan mental selama berkegiatan di tengah pandemi COVID-19.

“Paling utama adalah memperhatikan pola hidup kita seperti komitmen terhadap jadwal keseharian yang kita buat. Ini penting untuk menjaga motivasi hidup kita,” kata Atika.

Peringatan Hari Kesehatan Mental Sedunia yang diperingati setiap tanggal 10 Oktober bisa menjadi momentum untuk mengambil langkah serius terhadap masalah kesehatan jiwa.

Baca juga  Tabrakan, Kalina Bersyukur Tidak Hancur di Dalam Mobil

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), satu dari empat orang mengalami masalah mental setiap tahun. Keluarga, teman dekat, kolega, atau bahkan kita bisa terdampak oleh isu kesehatan mental ini. Menurut laporan dari Kementerian Kesehatan, ada 277.000 kasus kesehatan jiwa hingga Juni 2020 atau tahun pertama pandemi, jumlah tersebut meningkat pesat bila dibandingkan 197.000 kasus pada tahun 2019.

Selama pandemi dengan kondisi yang tidak menentu, setiap orang perlu mewaspadai gangguan pada kesehatan mental mereka seperti perubahan sifat atau sebelumnya ceria menjadi lebih sering diam, sering merasakan cemas atau ketakutan terhadap satu hal, imunitas tubuh menurun yang menyebabkan sering sakit, perubahan pola tidur yang drastis, serta emosi yang naik turun.

Baca juga  Sikat! Ini Promo Harga Tiga Produk AIOT realme Terbaru

Yang wajib diketahui adalah memahami perasaan individu, mengetahui berbagai gejala gangguan mental, dan tahu harus menghubungi pihak yang bisa memberikan bantuan.

Sejumlah langkah bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan jiwa selama pandemi seperti mencurahkan perasaan kepada orang lain agar tidak merasa sendiri.

Selain itu, sejumlah langkah bisa ditempuh untuk membangun kualitas hidup yang lebih baik, seperti aktif berolahraga untuk membangun konsentrasi dan meningkatkan kualitas tidur, banyak beristirahat juga menjadi hal yang penting.

Tidak kalah penting adalah mampu menerima diri sendiri serta tidak membandingkan dengan orang lain.

Xiaomi, perusahaan elektronik konsumen dan teknologi manufaktur pintar yang berfokus pada smartphone, perangkat pintar, dan platform Internet of Things (IoT) untuk mendukung gaya hidup, memiliki sejumlah perangkat yang bisa mendukung pengguna dalam membangun gaya hidup lebih sehat seperti perangkat Mi Smart Band 6 yang memiliki mode olahraga.

Baca juga  Turnamen PUBG Mobile PMPL SEA Season 4 Dimulai, Ini Jadwalnya

Mode ini mencatat latihan yang sudah dilakukan dan mengingatkan agar rutin berolahraga. Mi Smart Band 6 juga memberikan informasi tentang kualitas tidur yang bermanfaat bagi pengguna.

Membuat komunikasi yang berkualitas dengan teman dekat atau keluarga bisa dilakukan oleh fitur peredam kebisingan yang hadir dalam Redmi Buds 3 Pro untuk memastikan bahwa tidak ada suara mengganggu selama percakapan berlangsung.

Perangkat ini bisa dioperasikan hingga 28 jam untuk penggunaan sepanjang hari, serta mendukung pengisian daya secara nirkabel.

Tinggalkan Komentar