Rabu, 18 Mei 2022
17 Syawal 1443

Menko Airlangga Dukung Penuh Kebangkitan UMKM sebagai Penyangga Ekonomi

Kebangkitan UMKM sebagai Penyangga Ekonomi - inilah.com
Foto: Antara

Sebagai salah satu sektor yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional, pemerintah terus memberi bantuan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Tujuannya, agar UMKM dapat bangkit di tengah pandemi.

Demikian Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan dalam siaran pers di Jakarta, Selasa (1/2/2022). “Dalam situasi pandemi COVID-19 ini, kami mendorong agar UMKM diberikan bantuan langsung tunai dan bantuan modal. Salah satunya melalui kelompok binaan UMKM usAHA,” kata Airlangga.

UMKM merupakan sektor penting dengan kontribusi terhadap produk domestik bruto sebesar 61 persen dan menyerap tenaga kerja hingga 97 persen, kontribusi terhadap investasi 60 persen dan terhadap ekspor nonmigas sebesar 16 persen.

“UMKM menjadi penyangga dalam berbagai krisis ekonomi, termasuk dalam menjaga lapangan kerja pada masa pandemi COVID-19,” katanya.

Sebelumnya, pada Minggu (30/1/2022), Airlangga melakukan kunjungan kerja ke Jawa Tengah menemui puluhan anggota Kelompok UMKM usAHA di Desa Kulon, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Baca juga
Menko Airlangga Apresiasi Peran Industri Jasa Keuangan Dukung Sektor Riil

Kisah UMKM Nata de Coco

Pada kesempatan itu, Airlangga yang merupakan pembina Kelompok UMKM usAHA itu berdiskusi dengan Sutia (39) bersama suaminya Muhammad Faridudin (40), pemilik usaha pengolahan nata de coco. Saat itu hadir sebanyak 20 UMKM lainnya. Nata de coco merupakan sejenis makanan yang dibuat dari hasil fermentasi air kelapa.

Sutia mengaku merasa gugup saat menunggu kedatangan Airlangga ke rumahnya. “Saya agak bingung nanti mau gimana pas ketemu Pak Airlangga. Saya nanya-nanya terus ke suami, Pak Airlangga jadi rawuh ndak, kata suami saya jadi,” ungkap Sutia.

Namun, suasana mencair ketika Airlangga singgah di stan UMKM miliknya. Sambil berbincang mengenai perolehan omzet penjualan dan kendala yang Sutia hadapi selama berusaha, Airlangga pun sempat mencoba cara mengemas nata de coco menggunakan mesin press plastik.

Baca juga
Studi: Kerusakan Organ Paru Terjadi Bagi Penyintas Covid-19

“Pak Airlangga nanya omzetnya berapa, pemasarannya bagaimana, hambatannya apa. Terus, Pak Airlangga coba bungkusin, saya jadi gugup, terus terjadi tepuk tangan meriah,” ujar Sutia.

Debut usaha Melati nata de coco oleh Sutia dan suaminya sejak 2014, ketika suaminya terkena PHK. Sejak itu, dengan bermodal dari hasil penjualan tanah ia memilih berusaha membuat nata de coco.

Awalnya, penjualan hasil produksi usaha pengolahan nata de coco dengan berkeliling dari rumah ke rumah, hingga menjual ke beberapa pasar lokal di Kota Semarang, Salatiga, Kendal, dan Solo.

Pada 2018, usaha Sutia mulai mapan dan memiliki sejumlah karyawan. Namun, saat pandemi COVID-19 melanda Indonesia pada 2020, sebagian besar UMKM merasakan dampak negatif, termasuk usaha miliknya.

Baca juga
Menkes Larang Masyarakat Liburan ke Luar Negeri

Selama pandemi pesanan nata de coco milik Sutia mengalami penurunan, sehingga berpengaruh pada pendapatan. Biasanya dalam satu minggu ia mendapat penghasilan Rp700.000, namun akibat kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) pendapatannya menurun yaitu hanya sebesar Rp250.000 per minggu.

“Biasanya ada pesanan untuk acara-acara, pesanan di pasar. Tapi, semenjak pandemi turun drastis. Kami mengharapkan dengan bantuan Bapak Airlangga sebagai pembina, usaha kami ini bisa bangkit kembali,” katanya.

Sutia merupakan salah satu anggota Kelompok UMKM usAHA binaan Airlangga Hartarto. Dia telah merasakan manfaat sejak mengikuti program pelatihan WirausAHA Maju meliputi kiat-kiat berusaha di tengah pandemi dan cara memasarkan produk.

Tinggalkan Komentar