Rabu, 01 Februari 2023
10 Rajab 1444

Menko Airlangga: Indonesia Siap Jadi Ketua ASEAN 2023

Kamis, 10 Nov 2022 - 15:06 WIB
Penulis : Ahmad Munjin
Airlangga Sebut Sektor Otomotif Berkontribusi Besar Terhadap PDB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto: Humas Kemenko Perekonomian)

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan kesiapan Indonesia menerima estafet tanggung jawab sebagai Ketua ASEAN 2023 dari Kamboja. 2023 merupakan tahun penting bagi ASEAN dalam menyongsong Visi Pasca-2025.

“Melanjutkan Presidensi G20, Keketuaan Indonesia di ASEAN akan menitik beratkan pada penangan krisis multidimensi seperti krisis pangan, energi, dan keuangan,” ungkap Menko Airlangga ketika memimpin Delegasi RI dalam Pertemuan Dewan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) di Phnom Penh, Kamboja, Kamis (10/11/2022).

Selain menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Kamboja selama tahun 2022 dengan capaian yang positif khususnya untuk prioritas ekonomi, dalam forum tersebut Menko Airlangga juga menyampaikan bahwa prioritas ekonomi yang diusung Indonesia akan fokus pada 3 (tiga) hal utama. Nantinya, Indonesia akan menjadi rumah dari inisiatif-inisiatif Indonesia pada masa Keketuaan ASEAN di 2023.

Fokus pertama adalah membangun pertumbuhan regional, konektivitas dan keunggulan baru yang dilakukan melalui fasilitasi sektor jasa, ketahanan sektor keuangan, ketahanan pangan. Ini sebagai antisipasi krisis serta optimalisasi perdagangan dan investasi.

Baca juga
Airlangga Yakin Kang Emil Bisa Dongkrak Suara Partai di 2024

Fokus berikutnya yaitu percepatan transformasi ekonomi digital yang inklusif dan partisipatif. Tujuannya, untuk mengurangi kesenjangan digital melalui penguatan kerja sama kelancaran konektivitas digital, pembayaran dan keuangan digital, dan memberikan keamanan pertukaran data digital lintas batas, serta mendukung rantai pasok logistik.

Fokus terakhir yakni mendorong pembangunan infrastruktur hijau, mempercepat implementasi SDGs, dan meningkatkan ketahanan energi. Ini dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan demi masa depan yang lebih tangguh.

Beberapa gagasan prioritas yang akan diusung Indonesia yaitu penguatan ketahanan pangan yang komprehensif mencakup produksi, fasilitas dan pembiayaan; keterjangkauan dan kemudahan akses terhadap energi dengan memanfaatkan sumber energi terbaharukan.

Begitu juga dengan perluasan kerja sama Local Currency Settlement sebagai landasan integrasi keuangan berbasis digital; dan pemanfaatan potensi ekonomi digital kawasan melalui percepatan negosiasi ASEAN Digital Economi Framework Agreement (DEFA).

Selain itu blue economy juga akan diusulkan sebagai prioritas mempertimbangkan potensinya sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi baru.

Baca juga
Airlangga Nilai Metode Dakwah Pendiri Pondok Buntet Diterima Semua Kalangan

Menko Airlangga yakin bahwa inisiatif yang disusun Indonesia nantinya akan mendukung ASEAN yang lebih terintegrasi pasca tahun 2025, tangguh terhadap tantangan krisis di masa datang, serta menjadikan ASEAN memiliki peranan penting di kancah global, terutama di kawasan Indo-Pasifik.

“Kawasan ASEAN menjadi episentrum pertumbuhan ekonomi dan kami percaya bahwa pada tahun 2023 akan menjadi tahun penting bagi ASEAN memantapkan pencapaian integrasi ekonomi dan menyongsong Visi Pasca-2025,” ujar Menko Airlangga.

Selanjutnya, Menko Airlangga menjelaskan, saat ini terdapat tiga kekuatan ekonomi utama di kawasan Indo-Pasifik yaitu China, India dan ASEAN. Untuk itu, Indonesia harus memastikan bahwa ASEAN berperan sebagai pusat pertumbuhan dengan memanfaatkan kekuatan besar yang ada.

“Keketuaan Indonesia pada ASEAN 2023 akan berupaya menjadikan ASEAN sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dunia melalui penguatan komunitas ASEAN, pemberdayaan masyarakat, dan memainkan peranan penting kawasan regional dan global,” imbuh Menko Airlangga.

Selain kesiapan Indonesia sebagai Ketua ASEAN 2023, pertemuan para Menteri Dewan Masyarakat Ekonomi ASEAN kali ini juga mencatat progres Priority Economic Deliverables under Cambodia’s Chairmanship 2022.

Baca juga
Respon Ketum PSSI Usai Malaysia Juara Piala AFF U-19 di Indonesia

Pertemua juga mendukung sistem monitoring implementasi rekomendasi the Mid Term Review (MTR) ASEAN yang bersifat lintas sektor, mendukung penyampaian elemen inti dari Visi ASEAN pasca tahun 2025 kepada Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN, dan mendukung inisiatif keberlanjutan kawasan melalui ekonomi sirkular dan carbon neutrality.

Turut hadir mendampingi Menko Airlangga dalam pertemuan tersebut Dirjen Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag, Stafsus Menko Perekonomian Bidang Penguatan Kerja Sama Ekonomi Internasional, Asdep KSE Regional dan Sub Regional Kemenko Perekonomian, dan Direktur Perundingan ASEAN Kemendag.

Tinggalkan Komentar