Minggu, 26 Juni 2022
26 Dzul Qa'dah 1443

Menko Airlangga: Industri Mandiri dan Berdaulat Jadi Kekuatan Ekonomi RI

Jumat, 20 Mei 2022 - 22:13 WIB
Menko Airlangga: Industri Mandiri dan Berdaulat Kekuatan Ekonomi RI
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut bahwa sektor industri yang mandiri dan berdaulat menjadi kekuatan ekonomi Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen mengarahkan pembangunan sektor industri kepada prinsip tersebut.

“Prinsip industri yang mandiri dan berdaulat berarti keberlangsungan industri manufaktur dalam negeri tidak boleh tergantung pada sumber daya luar negeri dan tentunya diharapkan ini dapat menjadi kekuatan ekonomi dalam negeri,” ungkap Menko Airlangga di Jakarta, Jumat (20/5/2022).

Selain mandiri dan berdaulat, lanjut Ketua Umum Partai Golkar itu, pemerintah turut mengarahkan pembangunan sektor industri ke arah industri yang maju dan berdaya saing, serta industri yang berkeadilan dan inklusif.

Untuk membangun kemandirian dan kedaulatan industri dalam negeri, Airlangga mengatakan pemerintah mendorong optimalisasi beberapa program, yaitu Program Subtitusi Impor 35 persen tahun 2022, Program Peningkatan Produksi Dalam Negeri (P3DN), Hilirisasi Industri Sumber Daya Alam, serta mendorong industri penghasil devisa, termasuk industri-industri berbasis sumber daya alam.

Baca juga
Menko Airlangga Harap Labour20 Dapat Bantu Tuntaskan Pengangguran

Sedangkan prinsip industri yang maju dan berdaya saing diwujudkan melalui Program Making Indonesia 4.0 dalam tujuh sektor industri, yakni industri makanan dan minuman, industri kimia, industri tekstil dan busana, industri otomotif, industri elektronika, industri farmasi, dan industri alat kesehatan.

Ketujuh sektor ini, menurut dia, memberikan kontribusi sebesar 70 persen dari total produk domestik bruto (PDB) manufaktur, 65 persen ekspor manufaktur, dan 60 persen pekerja industri.

Kemudian prinsip industri yang berkeadilan dan inklusif salah satunya diwujudkan melalui Program Pengembangan Industri Kecil Menengah (IKM). Peningkatan peran sektor IKM sebagai bagian dari rantai nilai manufaktur nasional akan membantu ketahanan industri dalam negeri.

Baca juga
Antisipasi Lonjakan Kasus Omicron, PPKM Luar Jawa-Bali Diperpanjang

Pemerintah menggerakkan program pengembangan IKM melalui pengembangan wirausaha baru, sentra IKM, material center, link and match dengan industri besar, dan restrukturisasi mesin atau peralatan IKM.

Selain itu, terdapat pula Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) untuk mengakselerasi transformasi digital UMKM, yang hingga akhir 2021 telah menghasilkan 9,2 juta unit UMKM onboarding dan 17,2 juta UMKM yang masuk ke dalam ekosistem ekonomi digital.

Menko Airlangga menilai, berbagai upaya pembangunan industri yang mandiri, berdaulat, maju dan berdaya saing, serta berkeadilan dan inklusif harus ditopang oleh sumber daya manusia industri yang unggul.

Untuk itu, pemerintah secara konsisten mengimplementasikan pola pendidikan dan pelatihan yang bertujuan memberikan pembekalan keterampilan dasar, peningkatan keterampilan (up-skilling) atau pembaruan keterampilan (re-skilling) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Balai Diklat Industri, dan Politeknik yang didasarkan pada kebutuhan industri saat ini.

Baca juga
Erick Thohir Belum Pikirkan Capres 2024, Pilih Fokus Urus Ekonomi di Masa Pandemi

Dengan adanya super deduction tax yang telah diberikan pemerintah dengan besaran yang mencapai 200 persen untuk bidang pendidikan dan 300 persen untuk penelitian, pemerintah berharap industri bisa bekerja sama langsung dengan universitas. [ikh]

Tinggalkan Komentar