Sabtu, 28 Mei 2022
27 Syawal 1443

Menko Airlangga: Modal Kerja Peremajaan Sawit Rakyat Bisa Gunakan KUR

Menko Airlangga: Modal Kerja Peremajaan Sawit Rakyat Bisa Gunakan KUR - inilah.com
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat memberikan sambutan pada acara Penanaman Perdana Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dan Temu Pekebun Sawit di Desa Kencana Mulia, Kecamatan Rambang Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Jumat (4/3/2022). Foto: Humas Kemenko Perekonomian

Pemerintah menargetkan Program Penanaman Perdana Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dalam kurun 2020-2022 untuk lahan seluas 540 ribu hektare. Program ini mendapat dukungan dari pembiayaan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS).

Nilai pembiayaan tersebut mencapai Rp30 juta per hektare untuk maksimal lahan seluas 4 hektare per pekebun.

“Untuk modal kerjanya seperti beli pupuk dan sebagainya bisa berlanjut dengan menggunakan Kredit Usaha Rakyat. KUR diberikan grace period selama 5 tahun dan besar bunganya hanya 3% karena sisa 3%-nya disubsidi oleh Pemerintah.” Demikian penjelasan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Ia mengungkapkan hal tersebut dalam sambutannya pada acara Penanaman Perdana Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dan Temu Pekebun Sawit di Desa Kencana Mulia, Kecamatan Rambang Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Jumat (4/3/2022).

Menko Airlangga: Modal Kerja Peremajaan Sawit Rakyat Bisa Gunakan KUR - inilah.com
Foto: Humas Kemenko Perekonomian

Kegiatan Penanaman Perdana PSR ini terlaksana dalam rangka Peringatan Hari Lahir ke-96 Nahdlatul Ulama (NU) yang berlangsung pada lahan kebun kelapa sawit milik Koperasi Serasa Mulya, Koperasi Maju Bersama, dan Gapoktan Sepakat dengan total luas lahan 328,5 hektare.

PSR sebagai Program Strategis Nasional

Kegiatan tersebut mengangkat tema Lestari Alamnya Sejahtera Petaninya. Tema ini menggambarkan, kelapa sawit merupakan komoditas yang penting bagi perekonomian nasional. Karena itu, pemerintah terus berupaya untuk mempercepat realisasi program PSR atau replanting dengan berbagai kebijakan. Salah satunya, dengan mendorong bentuk kerjasama strategis dengan berbagai pihak.

Baca juga
Ingin Ekonomi Melesat, Menko Airlangga Dorong Percepatan Penyelesaian 218 Proyek Infrastruktur di Jatim Senilai Rp294 Triliun

Program PSR merupakan salah satu Program Strategis Nasional sebagai upaya pemerintah dalam meningkatkan produktivitas tanaman perkebunan kelapa sawit nasional. Produktivitasnya saat ini rata-rata sebesar 3-4 ton per hektare dan umur tanaman di atas 25 tahun.

Pelaksanaan program PSR dengan penggunaan bibit unggul dan penerapan Good Agriculture Practice (GAP) bakal meningkatkan produksi kelapa sawit tanpa harus melakukan pembukaan lahan baru. Alhasil, ini dapat meningkatkan pendapatan pekebun rakyat secara optimal.

Sejauh ini, industri kelapa sawit nasional turut berkontribusi terhadap PDB nasional sebesar 3,5%. Industri ini juga berperan dalam mengentaskan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja bagi lebih dari 16 juta pekerja.

Industri kelapa sawit mendorong pertumbuhan industri dalam negeri dengan memproduksi lebih dari 146 jenis produk hilir yaitu produk pangan, produk industri, dan juga menjadi produk energi yang mensubstitusi solar melalui program mandatory biodiesel B30 yang menghemat devisa dengan pengurangan impor solar.

Baca juga
Dukung Sawit Nasional, Menko Airlangga Sambangi Program PSR dan Ikut Panen

“Sehingga dapat kita katakan bahwa sawit merupakan komoditas yang selalu kita perlukan baik oleh masyarakat Indonesia maupun masyarakat dunia,” ungkap Menko Airlangga.

“Kegiatan hari ini adalah replanting sawit yang sudah menjadi program pemerintah, dan ini merupakan bukti nyata dukungan pemerintah dalam menyukseskan program PSR. Harapan ke depannya para pekebun sawit swadaya dapat termotivasi untuk mengikuti program PSR. Keterlibatan Bupati-Kepala Daerah di wilayah lainnya yang menjadi sentra produksi kelapa sawit pun dapat mendorong untuk mencapai target PSR,” ujarnya.

Kerja Sama Kemenko Perekonomian, BNI, BPDPKS, dan NU

Pada tahap pengajuan PSR tahun 2022 di Kabupaten Muara Enim, ditargetkan usulan lahan seluas 1.399 hektare lahan petani yang tergabung dalam 11 Koperasi atau Gapoktan.

Sejak tahun 2017-2022, pelaksanaan Program PSR di Kabupaten Muara Enim telah mencapai luas 4.716 hektare yang tersebar di 15 Desa dan 4 Kecamatan pada lahan milik 17 Koperasi dan Gapoktan.

Kegiatan penanaman perdana PSR di Kabupaten Muara Enim ini dapat terlaksana karena adanya kerja sama yang baik antara Kemenko Perekonomian, Bank Negara Indonesia (BNI), BPDPKS, dan NU.

Baca juga
Punya Nilai Sejarah yang Besar, Airlangga Ingin Golkar Sapu Bersih Suara di Yogya
Menko Airlangga: Modal Kerja Peremajaan Sawit Rakyat Bisa Gunakan KUR - inilah.com
Foto: Humas Kemenko Perekonomian

Pada kesempatan tersebut, Ketum PBNU K.H. Yahya Cholil Staquf mengatakan, organisasi NU siap terlibat dalam berbagai agenda bangsa demi kemaslahatan masyarakat.

“Saya berterimakasih dan apresiasi kepada seluruh panitia acara di Desa Kencana Mulia, kami harapkan ini bisa terus di replikasi pada daerah lainnya di Indonesia. Dan tentunya kerja sama berbagai pihak baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota, Perbankan, Koperasi, Gapoktan, agar target 180.000 hektare bisa tercapai tahun ini sehingga petani berjaya, sejahtera, dan Indonesia bisa bangkit pasca pandemi Covid ini,” pungkas Menko Airlangga.

Turut hadir dalam acara di Desa Kencana Mulia di antaranya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga, Anggota DPR RI, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Ketum PBNU K.H. Yahya Cholil Staquf, Ketua PWNU Sumatera Selatan K.H. Amiruddin Nahrawi, Bupati Muara Enim Nasrun Umar, Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kemenko Perekonomian Musdhalifah Machmud, Dirut BPDPKS Eddy Abdurrachman, Direktur Hubungan Kelembagaan Sis Apik Wijayanto, dan para tokoh masyarakat.

Tinggalkan Komentar