Menko Airlangga Pastikan Pemerintah Terus Monitor Harga Minyak Dunia dan Nasib BBM

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto tegaskan pemerintah terus monitor harga minyak dunia di tengah konflik AS-Iran guna siapkan skenario dinamis untuk BBM. (Foto: Inilah,com/Clara Anna)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Pemerintah Indonesia memberikan sinyal waspada namun tetap terukur dalam menyikapi gejolak harga minyak mentah dunia. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa pihaknya terus memelototi pergerakan harga minyak global yang kian dinamis akibat tensi geopolitik di Timur Tengah.
Airlangga mengungkapkan, meskipun pasar dunia sedang bergejolak, realisasi pembelian minyak mentah Indonesia sejauh ini belum menyentuh angka psikologis US$100 per barel. Faktor harga rata-rata pembelian inilah yang menjadi dasar pemerintah dalam menentukan langkah kebijakan terkait Bahan Bakar Minyak (BBM).
"Terkait dengan BBM kita masih monitor karena kalau sampai sekarang kita realisasi pembeliannya tidak US$100 dolar. Jadi kan kita ada harga rata-rata pembelian, sehingga tentu kita akan terus monitor sambil kita monitor juga apakah situasi perang atau damai bisa selesai," ujar Airlangga di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Dinamika Harga dan Ketidakpastian Perang
Menurut Airlangga, harga minyak saat ini berada dalam rentang yang sangat lebar, yakni antara USD 90 hingga USD 120 per barel. Situasi ini tidak lepas dari dampak perang antara Amerika Serikat dan Iran yang hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Ketidakpastian ini diakui menjadi tantangan berat bagi banyak negara, termasuk Indonesia. Pasalnya, pergerakan harga bisa berubah seketika tergantung eskalasi di lapangan.
"Kelihatannya di range harga itu 90 sampai 120, sesudah itu dia turun lagi ke 100. Nah ini tetap kita harus monitor karena tidak banyak yang tahu, termasuk yang sedang berperang pun tak tahu," jelas Ketua Umum Partai Golkar tersebut.
Skenario Kebijakan Dinamis
Menghadapi situasi yang sulit diprediksi tersebut, pemerintah tidak ingin gegabah dengan mematok kebijakan satu harga hingga akhir tahun. Airlangga menekankan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai skenario fleksibel untuk mitigasi dampak ekonomi.
Strategi yang diambil adalah kebijakan yang bersifat dinamis, menyesuaikan dengan perkembangan situasi keamanan dan ekonomi global secara real-time.
"Jadi kita sebagai impact yang penting kita punya skenario untuk menjaga, dan skenario ini sifatnya dinamis. Jadi tidak berarti bahwa kalau ini kita patok sampai akhir tahun tidak, tapi kita lihat apa yang terjadi secara dinamis dan kita mitigasi secara dinamis juga," pungkasnya.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.