Menko PMK Ingatkan Learning Loss Sama Bahayanya dengan Covid-19

Menko PMK Ingatkan Learning Loss Sama Bahayanya dengan Covid-19 - inilah.com
Menko PMK Muhadjir Effendy (foto istimewa)

Sebagian besar para pelajar sudah melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) atau sekolah tatap muka mengikuti status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) masing-masing daerah.

Pemerintah telah mengizinkan wilayah PPKM Level 1-3 untuk menggelar PTM terbatas dengan sejumlah persyaratan seperti protokol kesehatan (prokes) yang ketat dan vaksinasi Covid-19.

Para pelajar dan tenaga pengajar menjadi prioritas utama untuk mendapatkan vaksinasi demi pelaksanaan PTM terbatas. Namun masih ada yang belum berani melaksanakan tatap muka meski status PPKM di wilayahnya sudah tidak lagi berada di level 4.

Karena itu Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mendorong setiap pemerintah daerah agar tidak menundak-nunda pelaksanaan PTM terbatas.

Baca juga  200 Kendaraan Ikut Uji Emisi Gratis di Jakarta Pusat

Karena semua sekolah sudah diperbolehkan menggelar PTM asal memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan. “Kasihan anak-anak tidak kenal lagi sekolahnya. Jangan-jangan masuk pertama tidak kenal gurunya,” katanya.

Menurutnya, jika siswa-siswi yang sudah terlalu lama belajar secara online atau dalam jaringan (daring) dikhawatirkan akan terjadi yang namanya learning loss atau kehilangan kesempatan belajar.

“Kehilangan kesempatan belajar para siswa itu yang paling berbahaya, sama bahayanya dengan Covid-19. Sebab menyangkut masa depan bangsa,” tambahnya.

Tinggalkan Komentar