Jumat, 07 Oktober 2022
11 Rabi'ul Awwal 1444

Menkominfo Enggan Dianggap Plin-plan Terkait Aturan PSE

Rabu, 03 Agu 2022 - 17:48 WIB
Penulis : Harris Muda
Editor : Fadly Zikry
Kominfo pse judi online - inilah.com
Menkominfo Johnny G Plate saat menggelar konferensi pers, Rabu (3/8/2022) - (Foto: inilah.com/Harris Muda)

Sengkarut aturan Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) yang dicanangkan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menimbulkan pro kontra. Bahkan, Kominfo belum lama ini dinilai plin-plan terhadap aturannya sendiri.

Menanggapi hal itu, Menteri Kominfo Johnny G. Plate, mengaku kurang setuju dengan anggapan tersebut. Ia menyebut, cap semacam itu sebagai terminologi yang bersifat tendensius.

“Terminologi-terminologi yang digunakan jangan tendensius ya. Ini media-media yang terhormat apalagi media mainstream tolong menggunakan terminologi yang tepat,” kata Johnny dalam konferensi persnya di Kementerian Kominfo, Rabu (3/8/2022).

Johnny menyanggah anggapan jika Kominfo memiliki standar ganda dalam penetapan aturan PSE.

Baca juga
Inilah 'Dosa Besar' Pemerintah yang Buat Bjorka Semakin Bikin Gempar Indonesia

“Dapat saya sampaikan, bahwa atas PSE lingkup privat yang telah terdaftar dilakukan evaluasi, verifikasi, klasifikasi, klarifikasi telah dilakukan semuanya,” terang Johnny.

Anggapan plin plan mencuat ketika maraknya situs judi online berjubah game yang terbukti terdaftar sebagai PSE Lingkup Privat di laman resmi milik Kominfo.

Situs yang dimaksud seperti, Domino Qiu Qiu, Topfun, Pop Domino, MVP Domino, Pop Poker dan lain sebagainya. Kominfo melalui Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Samuel Abrijani Pangerapan menyebut, 15 situs yang semula diduga sebagai platform judi hanyalah permainan.

Tak lama berselang Kominfo memberi kabar jika situs-situs diatas memang terbukti sebagai PSE yang berpotensi menimbulkan perputaran uang ilegal. Maka dari itu Kominfo melakukan pemblokiran terhadap ke-15 Sistem Elektronik tersebut.

Baca juga
Penelusuran Kominfo Soal Kebocoran Data Pelamar Kerja Pertamina

“Setelah dilakukan semuanya (evaluasi, verifikasi, klasifikasi, klarifikasi), secara detail dan mendalam ditemukan potensi-potensi perjudian, sehingga dilakukan proses take down,” tandas Johnny.

Tinggalkan Komentar