Menpan RB Dorong Polisi Bongkar Tuntas Kasus Anak Nia Daniaty

Menpan RB Dorong Polisi Bongkar Tuntas Kasus Anak Nia Daniaty - inilah.com
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB)

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Tjahjo Kumolo meminta kepolisian mengusut tuntas dugaan penipuan yang menyeret nama anak Nia Daniaty, Olivia Nathania.

Pasalnya, kementeriannya ikut dibawa-bawa dalam kasus yang kini sudah naik penyidikan tersebut.”Kami sudah meminta Polda Metro Jaya segera mengusut tuntas kasus tersebut,” kata Tjahjo, Kamis (21/10/2021).

Tidak hanya itu, Tjahjo juga mendorong kepolisian untuk membongkar jaringan dan pihak lain yang terlibat.

Menurut dia tindakan tegas harus diberikan kepada Olivia supaya ada efek jera. Mengingat yang bersangkutan dengan sengaja membawa-bawa nama KemenPAN-RB dan Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Baca juga  Baim dan Kakek Suhud Duduk Berdampingan, Saling Menatap Serta Tebar Senyuman

Menteri Tjahjo menegaskan pemerintah menjamin tes seleksi calon aparatur sipil negara (CASN) baik CPNS maupun PPPK dilakukan secara transparan dan akuntabel tanpa dipungut biaya sepeser pun.

Pelaksanaan seleksi CASN dilakukan dengan computer assisted test (CAT) sehingga sulit bagi pihak lain untuk memengaruhi hasilnya. Bahkan, nilai seleksi kompetensi dasar (SKD) CPNS kali ini disiarkan langsung melalui akun YouTube BKN.

“Siapa pun tidak bisa membantu, kecuali dirinya sendiri,” ungkap Tjahjo. Untuk itu, dia meminta masyarakat yang mengetahui hal tersebut untuk melaporkannya kepada pihak berwajib.

Tjahjo juga meminta para pejabat pembina kepegawaian (PPK) kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah untuk saling mengingatkan kepada seluruh jajarannya untuk memahami area rawan korupsi.

Baca juga  Periksa Anak Nia Daniaty, Polisi Segera Gelar Perkara Dugaan Penipuan Modus CPNS

Area tersebut meliputi perencanaan anggaran, dana hibah bansos, retribusi pajak, jual beli jabatan, pembelian barang jasa, infrastruktur, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan. Bahkan di saat pandemi Covid-19, ada calo vaksin yang melibatkan ASN.

Tinggalkan Komentar