Menpora Soal Sanksi Badan Doping Dunia: Kita Patuhi Aturan

Menpora Soal Sanksi Badan Doping Dunia: Kita Patuhi Aturan - inilah.com
(ist)

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora) Zainudin Amali memberikan klarifikasi terkait adanya surat dari Badan Anti-Doping Dunia (WADA) yang menyatakan Indonesia tidak patuh pada penegakan standar anti-doping karena tidak mengikuti Test Doping Plan (TDP) yang dibuat pada tahun 2020.

Ia mengingatkan untuk tetap optimis masih bisa mengelar event-event olahraga internasional terkait dengan ancaman sanksi badan antidoping dunia.

“Jadi tolong jangan dibayangkan sudah di-banned tidak bisa menyelenggarakan kejuaraan dan mengirim atlet dan sebagaianya. Ini kan dituduhkan ke kita karena tidak patuh,” ujarnya dikutip dari laman kemenpora.go.id.

“Pemerintah punya komitmen untuk mematuhi semua aturan yang sudah disepakati. Tapi kami juga menjelaskan tentang kendala yang dihadapi di dalam negeri,” katanya.

Baca juga  Ustaz Adi Hidayat: Suaminya Sudah di Rumah, Istrinya Jangan Lama-lama di Luar

Politikus asal golkar itu mengatakan, memang setiap tahun pihaknya melalui Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI) harus mengirimkan sample dan itu menjadi pegangan WADA untuk melihat apakah Indonesia sesuai dengan perencanaan atau tidak, hanya saja tahun 2020 kemarin situasi pandemi dan sample tidak terpebuhi jumlahnya. 

“Saya optimis kalau ini clear ya setelah kita komunikasi. Untuk tahun 2021 ini bisa terpenuhi dengan sample doping atau anti-doping yang diambil dari pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) tukasnya.

Badan Antidoping Dunia atau WADA menyatakan Indonesia tidak patuh terkait penegakan standar antidoping sehingga tidak memenuhi syarat untuk menjadi tuan rumah kejuaraan tingkat regional, kontinental, atau dunia, selama masa penangguhan. Lebih dari itu, atlet Indonesia terancam sanksi tidak boleh mengibarkan dan membawa nama negara selain di Olimpiade.

Baca juga  Sering Dimarahi, Remaja di Jambi Tewas Minum Racun

Selain Indonesia, WADA juga memasukkan Korea Utara dan Thailand dalam daftar negara yang tidak patuh. Hal itu disampaikan WADA dalam sebuah pernyataan pada Jumat (8/10) pagi WIB.

“Badan Antidoping Nasional (NADO) Korea Utara dan Indonesia tidak patuh karena tidak menerapkan program pengujian yang efektif,” bunyi pernyataan dari WADA dikutip dari Reuters. Adapun ketidakpatuhan Thailand dikarenakan kegagalan untuk sepenuhnya menerapkan kode atau standar prosedur antidoping yang ditetapkan WADA.

Hukuman ini bukan kali pertama karena Indonesia juga sempat dihukum WADA pada empat tahun silam. Indonesia saat itu akhirnya dicabut hukumannya karena membereskan masalah terkait “menggunakan lab yang tidak diakui WADA”.

Tinggalkan Komentar