Rabu, 28 September 2022
02 Rabi'ul Awwal 1444

Mental Berburu Cuan di Instrumen Investasi Hebat

Kamis, 27 Jan 2022 - 05:21 WIB
Penulis : Ahmad Munjin
Istockphoto Psikologi Investasi - inilah.com
Ilustrasi psikologi investasi. Foto: Istockphoto.com

Saham adalah instrumen investasi yang hebat. Menurut pengamat dan praktisi pasar modal Sem Susilo, untuk menangkap peluang hebat tersebut diperlukan mental yang hebat pula.

“Tujuannya, supaya kualitas mental sinkron dengan yang dibutuhkan untuk menangkap peluang hebat yang tiada henti diproduksi pasar,” kata Sem yang juga pengasuh komunitas Saham Pemenang kepada Inilah.com melalui pesan WhatsApp, Rabu (26/1/2022).

Berikut ini sepuluh ‘wejangan’ dari Sem Susilo yang dapat menjadi inspirasi bagi para investor tentang psikologi investasi di bursa saham:

1. Memahami psikologi investasi harus dari akar bukan dari pohon atau cabang dan ranting.

2. Akar psikologi investasi adalah mentalitas. Sederhananya, psikologi investasi itu merupakan pemindahan ruang dari ruang psikologi kehidupan ke meja investasi.

Baca juga
Ralf Rangnick Senang Banget

3. Sebab, manusia berada di bawah satu atap kepribadian, walaupun berada di berbagai peran. Contoh sederhana: pribadi yang dalam kehidupan kesehariannya cepat khawatir, akan sulit mengharapkannya bisa tenang, jernih saat berhadapan dengan dinamika perilaku pasar.

4. Menghafal setumpuk buku psikologi investasipun tidak akan banyak membantu, kalau akarnya belum kuat. Sebab, yang didapatkan dari buku sebatas teori.

5. Saham adalah instrumen investasi hebat. Kita bisa memiliki berbagai perusahaan tanpa direpotkan urusan izin, pajak, kredit bank, demonstrasi oleh karyawan sendiri dan lain-lain. Kita bahkan bisa buka-tutup perusahaan tersebut suka-suka kita. Saat saham tersebut prospektif kita melakukan aksi beli alias buy, dan saat sebaliknya kita melakukan sell. Ini bisnis yang luar biasa.

Baca juga
DJ Indah Cleo Dipastikan jadi Salah Satu Korban Tewas Bentrok di Sorong

6. Menangkap peluang hebat tersebut perlu mental yang baik. Jujur pada diri sendiri, memperbaiki apa yang masih kurang. Tujuannya, supaya kualitas mental sinkron dengan yang dibutuhkan untuk menangkap peluang hebat yang tiada henti diproduksi pasar.

7. Rumus sebenarnya cukup sederhana. Di pasar saham hanya perlu  tenang dan sikap positif. Terus belajar dan melihat segala sesuatu dari gambar besar. Jangan spekulasi dengan risiko lebih besar dari yang sanggup ditanggung.

8. Dengan mentalitas yang baik, kita akan bisa tetap tenang ketika berhadapan dengan perilaku pasar yang terkadang irasional, menggoda, juga menakutkan.

9. Bisakah kita tenang jika tidak pernah bersyukur, selalu pesimistis, selalu negatif merespons situasi pasar? Apalagi, jika harapan dibangun di atas niat bengkok?

Baca juga
Persija vs Persib, Duel Sengit Tim Beda Misi Beradu Gengsi

10. bisakah kita tenang ketika tergoda ingin cuan hebat tanpa proses? Berjudi dengan pasar?

Tinggalkan Komentar