Selasa, 27 September 2022
01 Rabi'ul Awwal 1444

Menteri BUMN Erick Thohir Gandeng Roemah Indonesia BV Gelar Pasar Kopi di Eropa

Selasa, 16 Agu 2022 - 16:07 WIB
pameran kopi nusantara - inilah.com
PMO Kopi Nusantara - (Foto: istimewa)

Pada awal tahun 2022, Menteri BUMN Erick Thohir meluncurkan inisiatif Project Management Office (PMO) Kopi Nusantara untuk meningkatkan produktivitas kopi dalam negeri dengan skema program Makmur yang selama ini telah diterapkan di komoditas lain seperti padi, tebu, dan jagung. Tujuan dari PMO Kopi Nusantara ini adalah memperbaiki ekosistem bisnis kopi dari hulu hingga hilir.

Guna meningkatkan program itu, PMO Kopi Nusantara menggandeng Roemah Indonesia BV yang dijadwalkan akan menyelenggarakan Pasar Kopi pada 1-7 September 2022 di Posthoornkerk, Amsterdam dengan tema “Indonesian Coffee Market; Coffee Revolution.”

Acara ini akan membawa pengunjung mengenal perjalanan kopi Indonesia, mulai dari menyaksikan pameran sejarah produksi kopi, serta berbagai jenis kopi dan produk turunannya, sambil juga mencoba beragam kopi asli hasil perkebunan Indonesia.

Tujuannya adalah mengangkat posisi Indonesia agar menjadi aktor penting dalam rantai suplai perdagangan kopi Indonesia di tingkat internasional. Selain mengupayakan pemasaran kopi dengan nilai tambah yang lebih baik agar penjualan ekspor meningkat secara signifikan, pada pameran ini keragaman dan kesinambungan kopi terhadap alam serta keberlanjutannya di masa depan juga dinarasikan dengan baik.

Baca juga
Transformasi BUMN Bawa Erick Thohir Raih Penilaian Sistem Merit Tertinggi

Menteri BUMN Erick Thohir dijadwalkan hadir dan secara resmi membuka pameran sejarah kopi Indonesia pertama di dunia ini. Selain talk-show bersama para tokoh kopi ternama dunia, para pecinta kopi juga dapat menyaksikan secara langsung sesi coffee cupping dan coffee pairing, serta menikmati kopi khas Indonesia pada area unlimited brewing session.

Dalam 10 tahun terakhir, industri kopi Indonesia mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan yaitu sebesar 250%. Kini Indonesia menempati urutan keempat dalam jumlah kopi yang dihasilkan, dan komoditas unggulan ini menjadi penghasil devisa terbesar ketiga setelah kelapa sawit dan karet.

“Pelaksanaan Pasar Kopi di Amsterdam diharapkan dapat mempertemukan konsumen mancanegara, khususnya Uni Eropa, dalam menikmati ragam kopi dari Indonesia. Kami juga berharap terjadinya business expansion yang lebih luas, sehingga Indonesia dapat menjadi eksportir utama produk kopi olahan untuk pasar dunia,” jelas Suryo Tutuko, CEO Roemah Indonesia BV, Selasa (16/8/2022).

Baca juga
Besok, Erick Thohir Tak Lagi Menjadi Menteri BUMN

Tenaga Ahli Menteri BUMN Bidang Global Value Chains menambahkan, Uni Eropa tercatat sebagai konsumen kopi dunia terbesar, mencapai 2,4 juta ton per tahun atau 24% dari total konsumsi kopi dunia.

“Momen Pasar Kopi di Amsterdam ini menjadi langkah dan komitmen bersama bagi BUMN untuk meningkatkan partisipasi Indonesia dalam pasar internasional sebagai global leader. Harapannya ada multiplier effect terhadap kesejahteraan petani karena meningkatnya produktivitas dan kualitas kopi Indonesia seperti tujuan utama yang selalu ditegaskan oleh Menteri BUMN,” ujar Reynaldi Istanto.

Dwi Sutoro, Direktur Pemasaran Holding Perkebunan Nusantara, yang ditunjuk oleh Menteri BUMN sebagai Ketua PMO Kopi Nusantara, menambahkan, bahwa pihaknya akan berpartisipasi aktif pada Pasar Kopi yang akan diselenggarakan di Amsterdam.

Baca juga
Isu Menteri Berbisnis PCR, Stafsus BUMN Beri Penjelasan Begini

“Pasar Kopi di Amsterdam ini memang sejalan dengan misi PMO Kopi Nusantara yaitu memperbaiki ekosistem supply chain industri kopi dalam negeri. Kami akan membawa kopi-kopi terbaik Indonesia dari lokasi pilot project kami, diantaranya adalah Kopi Ijen dari Jawa Timur yang memiliki nilai historis dan indikasi geografis yang akan menarik perhatian konsumen global,” pungkasnya.

Tinggalkan Komentar