Minggu, 25 September 2022
29 Safar 1444

Menteri Erick Ingin Seluruh Sungai di Indonesia Tiru PLTS Cirata

Selasa, 08 Feb 2022 - 19:54 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir bilang, proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Cirata perlu dijajal di seluruh sungai di Indonesia.

Menteri BUMN Erick Thohir bilang, proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Cirata perlu dijajal di seluruh sungai di Indonesia.

“Kami sudah melakukan di PLTS Cirata, proyek kerjasama dengan Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA) yang bisa direplikasi di seluruh sungai di Indonesia,” ujar Erick Thohir dalam peringatan HUT Ke-2 Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) secara daring di Jakarta, Selasa (8/2/2022).

Menteri Erick menambahkan, proyek PLTS ini menghasilkan kapasitas listrik hingga 145 MW dan berpotensi mengurangi emisi sebesar 214.000 ton.

Mengingatkan saja, PLTS Cirata di Jawa Barat itu, merupakan PLTS terapung pertama di Indonesia. Sekaligus terbesar di ASEAN. Alternatif penggunaan area perairan sebagai sumber energi, seharusnya bisa direplikasi di seluruh wilayah Indonesia.

Baca juga
Erick Thohir Raih Dukungan Jadi Capres dari DPD PAN se-Kalteng

“Dengan menggunakan area perairan sebagai sumber energi, tidak hanya sektor pertanian yang mendapatkan manfaat, tetapi tentu industri lainnya sekaligus membuka peluang industri baru, penciptaan lapangan pekerjaan yang lebih besar, harga energi yang lebih terjangkau serta tentu bermanfaat bagi kegiatan sosial dan ekonomi lainnya,” katanya.

Sebelumnya, pemerintah mengharapkan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Cirata berkapasitas 145 MW dapat beroperasi sesuai target pada November 2022.

Proyek PLTS terapung pertama di Indonesia, yang berlokasi di Waduk Cirata, Purwakarta, Jawa Barat, tersebut telah mencapai tahap penyelesaian pembiayaan (financial close) pada 2 Agustus 2021.

Baca juga
Mantap Pak Erick, LHKPN Kementerian BUMN Capai 100 Persen!

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengatakan bahwa penyediaan energi bersih melalui pemanfaatan EBT, khususnya energi surya, menjadi salah satu prioritas untuk mencapai target penurunan gas rumah kaca (GRK) sebesar 29 persen dengan usaha sendiri dan 41 persen dengan bantuan internasional pada 2030, serta pencapaian target nol emisi (net zero emission) pada 2060 atau lebih cepat.

Harga jual listrik dari PLTS Terapung Cirata yang hanya 5,81 sen dolar AS/kWh, menjadi acuan bagi pengembangan PLTS di Indonesia. “Kita harap PLN dapat mendorong pengembangan EBT, termasuk PLTS terapung yang memiliki potensi besar di PLTA eksisting dan waduk,” papar Dadan.

Baca juga
Erick Thohir Angkat Anindita Eka Wibisono Jadi Komisaris PT Askrindo

 

Tinggalkan Komentar