Minggu, 14 Agustus 2022
16 Muharram 1444

Menteri Erick ke Bali, Pastikan tak Ada Byar Pet Saat KTT G20

Senin, 27 Des 2021 - 20:30 WIB
Jangan Ada Byar Pet Saat KTT G20, Menteri Erick Blusukan ke Bali

Menteri BUMN Erick Thohir ke Bali, memastikan keandalan listrik KTT G20 pada Oktober 2022, tidak ada listrik mati alias byar pet.

Ketika Menteri Erick ke Bali, dia mengapresiasi persiapan PLN yang sudah dilakukan dari jauh hari untuk menyukseskan KTT G20. Menurutnya, persiapan KTT G20 yang dilakukan oleh PLN sudah sangat memuaskan. “Tinggal dari sekarang mulai bikin latihan-latihan kecil. Selama 9 bulan ini saya percaya mesti latihan,” kata Menteri Erick di Jakarta, Senin (27/12/2021).

Dia mengingatkan para petugas untuk tidak kecolongan saat penyelenggaraan KTT G20. Terutama di titik-titik penting, seperti hotel tempat kepala negara berkumpul maupun saat konferensi berlangsung. “Itu yang paling penting dengan alasan apa pun tidak boleh mati lampu,” ujar Menteri Erick.

Di sisi lain, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo memaparkan kesuksesan penyelenggaraan G20 Indonesia akan menjadi kunci dan bukti komitmen PLN dalam mendukung pemerintah dalam mewujudkan transisi energi berkelanjutan. “Untuk itu atas arahan Menteri Erick, PLN harus melakukan persiapan yang matang dari pasokan energi primer, pembangkit, transmisi, sampai ke venue-nya,” tutur Mas Darmo, sapaan akrab Darmawan Prasodjo.

PLN akan menerjunkan 550 petugas siaga untuk mengamankan pembangkit sampai dengan lokasi venue acara setiap hari guna memastikan keandalan pasokan listrik selama KTT G20.
​​​​​​
Mayoritas dari personel ini bertugas mengamankan jalur distribusi sebanyak 436 orang. Sementara 28 petugas di antaranya akan siaga di pembangkit Bali dan Jawa, 52 personel akan mengamankan transmisi, 18 petugas piket patroli jaringan, dan 16 orang piket pengatur beban. “Untuk memastikan keandalan pasokan listrik 24 jam selama kegiatan KTT G20 berlangsung, kami membagi menjadi tiga shift,” ujar ungkap mantan Caleg PDIP itu.

Baca juga
Erick Thohir Berencana Pindahkan Titik Logistik dari Merak ke Pelabuhan Lain

Tidak hanya itu saja, PLN juga akan menyiagakan 12 unit mobil Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB), 26 Unit Gardu Bergerak (UGB) dengan total kapasitas 7.660 kilovolt ampere (kVA), 55 unit Uninterruptible Power Supply (UPS) berkapasitas 5.370 kVA, 31 unit Genset Mobile berdaya 4.490 kVA. Selain itu, ada juga 59 unit mobil, 23 unit reaksi cepat, serta 104 unit sepeda motor untuk pelayanan teknik (Yantek).

Dari sisi suplai daya, Darmawan bilang, sistem kelistrikan Bali sudah siap untuk menyelenggarakan pergelaran KTT G20. Dengan daya mampu sistem sebesar 1.322,1 megawatt (MW), beban puncak tertinggi pada 2021 tercatat sebesar 754,6 MW, sehingga masih ada cadangan daya atau reserve margin sebesar 567,8 MW atau 42,9 persen. “Khusus KTT G20, kami akan tingkatkan 40 persen sambil kami tingkatkan utilisasi aset,” tegas Darmawan.

Baca juga
Bikin Festival Diskon 2021, Jurus Menteri Erick Dongkrak Ekonomi Cepat

Saat ini, PLN sudah melalukan proses relokasi pembangkit dari Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Grati ke Pembangkit Listrik tenaga gas (PLTG) Pesanggaran sebesar 100 MW.

Proses ini ditargetkan selesai pada Oktober 2022, sehingga pada waktu KTT berlangsung total daya mampu sistem di Bali akan memiliki kapasitas sebesar 1.422,1 MW. Perseroan memprediksikan beban puncak saat penyelenggaraan KTT G20 sebesar 980 MW.

Darmawan berharap, setelah acara KTT G20 selesai, permintaan terhadap listrik PLN dapat bertahan di angka tersebut. “Kalau perlu (beban puncak) meningkat, sehingga KTT G20 menjadi berkah bagi PLN,” ucapnya.

Selain memastikan keandalan pasokan listrik, PLN juga berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur pengisian energi kendaraan listrik. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi rencana para kepala negara yang akan menggunakan mobil listrik.

Baca juga
FSPPB Surati Menteri Erick Minta Nicke Dicopot atau Mogok Kerja 10 Hari

Perseroan akan menambah pengoperasian Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) fast charging sebanyak 21 unit di 15 shelter di lokasi-lokasi strategis milik PLN. Seluruh SPKLU yang akan dibangun ini merupakan tipe fast charging dengan rincian 12 unit tipe 25 kilowatt dan sembilan unit tipe 50 kilowatt.

Darmawan menyampaikan bahwa pergelaran KTT G20 ini akan menjadi bukti komitmen PLN dalam mendukung pemerintah mencapai transisi energi. Perseroan telah melakukan berbagai upaya untuk mendukung transisi ke energi bersih mulai dari meningkatkan bauran energi bersih hingga mendorong percepatan ekosistem kendaraan listrik.

Tinggalkan Komentar